fbpx

Apa Kriteria Calon Pegawai yang Dicari Perusahaan?

23 September, 2021

Beberapa hari terakhir, blog ini lebih ramai -dari biasanya- ‘dikunjungi visitors’. Mostly baca beberapa tulisan saya tentang rekrutmen Telkom. Padahal sudah 5 tahun lalu tulisannya, tapi masih ‘kebaca’ di google.

Kalau kamu lagi cari informasi tentang proses seleksi terupdate, better kamu selalu cek IG @livingintelkom karena informasi terbaru ada di sana semua. Kamu juga bisa tanya-tanya di sana, ya walaupun banyak banget yang juga nanya.

Nah, tulisan kali ini, saya mau sharing tentang bagaimana kriteria calon pegawai yang dicari perusahaan? Ini akan diperlukan saat tes seperti tes wawancara dan FGD, karena perusahaan akan menganalisa pribadimu, apakah kamu tepat untuk diterima sebagai pegawai? Apakah pribadimu cocok dengan values perusahaan?

Tulisan ini murni pendapat pribadi saya, dari apa yang saya alami dan amati selama bekerja, khususnya di Telkom. Kalau mengingat lagi saat interview, ada 1 psikolog dan 1 leader Telkom yang mewawancarai saya. Saya ditanya tentang diri, background kuliah, pemahaman saya tentang marketing (sesuai jurusan saat kuliah), pekerjaan saat itu (masih di BSM). Beliau juga tanya tentang kendala / masalah terberat apa yang pernah saya alami saat berorganisasi dan bagaimana solusi yang saya rumuskan dan jalani. Nah, ini salah satu cara untuk mengetahui apakah calon karyawan bisa menghadapi masalah dan bagaimana dia menyelesaikan masalah itu.

Sebelum kamu apply pekerjaan ke suatu perusahaan, apakah kamu pernah memikirkan tentang kriteria calon pegawai seperti apa yang dibutuhkan dan tentunya dicari perusahaan? Menurutku, ini sangat penting di samping juga prepare untuk berbagai tes lainnya seperti TPA, FGD, dll.

Ibarat mencari jodoh, kamu tentu mencari seseorang yang sesuai keinginan dan kriteria yang kamu suka. Kamu tentu ingin menjalani rumah tangga dan kehidupan masa depan yang bahagia dengan berbagai dinamika dan masalah rumah tangga. *berat banget yaa 😀

Kamu juga bisa membayangkan kalau kamu adalah pemilik atau pengelola suatu perusahaan, tentu kamu mencari karyawan yang sesuai dengan kriteria yang perusahaan butuhkan.

Naah, sebelum kamu apply pekerjaan, pastikan kamu tahu tentang perusahaan incaranmu. Gak perlu detail banget karena bisa saja sumber informasi terbatas walaupun sudah serba digital. Misal, kamu mau apply di Telkom, maka kamu perlu tahu tentang kriteria pegawai seperti apa yang dicari Telkom.

Friendly
Ini poin yang umum sebenarnya ya. Telkom butuh para pegawai yang ramah dan bersahabat. Ini tentu sangat penting karena kita akan bekerja dalam tim kecil dan besar yang saling berkaitan. Gimana mau lancar dan tepat dalam menyelesaikan pekerjaan dalam tim kalau kita tidak ramah dan bersahabat.

Karyawan Telkom lebih dari 20 ribu orang. Masih banyak pegawai generasi baby boomers yang beberapa tahun lagi akan pensiun. Sangat banyak pegawai Gen X yang mungkin seusia orang tuamu. Tentunya juga Gen Y dan Gen Z. Kita sebagai anak muda, jangan anggap remeh para pegawai senior yang sudah dekat masa pensiunnya. Jadilah anak muda yang ramah pada orang tua, walaupun status kita sama-sama pegawai, walaupun performance kita lebih baik dan mereka. Terlebih, mereka jauh lebih awal menjadi karyawan. Maka, belajarlah dari pegawai senior. Belajarlah pada Bapak Ibu yang akan pensiun dan dengarlah berbagai pengalaman mereka.

Saya sangat kagum pada GM di salah satu Witel Telkom. GM adalah pimpinan tertinggi di Witel. Saat itu, ada GM usia 40 tahunan, sementara banyak staf beliau yang sudah 50 tahunan. Pak GM ini selalu menghormati dan ramah pada stafnya yang lebih tua. Bahkan, saat beliau duduk dan mengobrol di ruangan stafnya lalu ada staf senior yang datang, Pak GM ini berdiri dan lebih duluan menyapa + mengulurkan tangan untuk berjabatan. Tidak selalu mudah lho untuk seorang yang punya power lebih namun selalu rendah hati pada semua orang.

Hal lain seperti perbedaan keyakinan (agama). Telkom sangat beragam, ada pegawai Muslim, Nasrani, hindu, budha. Ada yang rajin ibadah, ada yang gak. Ada yang berjilbab, ada yang gak. Sangat beragam. Saya lihat di sini sangat mengedepankan saling menghormati.

Saya pernah dilead oleh leader Nasrani. Setiap rapat, beliau selalu bertanya kalau sudah dekat waktu sholat, “teman-teman, sudah masuk waktu sholat? Kalau sudah, kita break sebentar”

Or

Ada leader yang ngasih kerjaan di hari minggu sementara stafnya ada yang Nasrani, tentunya harus ke gereja. Ya leadernya paham dan menyesuaikan.

Or

Ada rekan kerja yang mau cuti H-1 or H+1 natal or Waisak or hari besar lainnya. Leadernya mengerti dan menghormati itu, bahwa stafnya perlu ibadah dan berkumpul dengan keluarga.

Semua sangat indah. Kalau memang berbeda, kita cukup saling menghormati dan menghargai prinsip masing-masing.

Helpful
Saling membantu dan memberi manfaat. Kalau kamu sudah biasa berorganisasi, aktif di masyarakat, or sudah pernah bekerja, tentu hal ini sangat ‘kerasa’ pentingnya. Saya, selama di Telkom, bertemu sangat banyak karyawan, tua muda, yang sangat helpful. Membantu banyak hal, mau itu tentang kerjaan or hal pribadi. Ada Bapak-Bapak yang sudah mau pensiun, tapi ringan saja membantu karyawan baru yang masih bengong gak tahu mau ngerjain apa. Ada leader yang ringan saja mencarikan link orang yang tahu di mana cari kost di dekat kantor, karena karyawan baru kebingungan mau tinggal di mana 😀

Kamu karyawan baru? Sembari belajar, bantulah karyawan lain semampumu. Hitung-hitung sekalian belajar.

Solutif
Selain helpful, kamu harus jadi pribadi yang solutif. Kalau ada kendala di tim, kita perlu berperan aktif mencari dan mengusahakan solusinya.

Gak hanya komen, “oh gitu ya, aduh gimana ya…aku juga gak tau…”

Belajarlah untuk, “oh gitu ya, hmm aku gak tau solusinya, tapi coba ku tanya ke Bapak yang lain ya, manatau ada jalan keluar…” or “itu bukan bidangku. Kamu bisa tanya ke si A. Aku coba tanya juga ke si B..”

Kalau kita berada di posisi butuh bantuan, terlebih hal kerjaan, tentu kita mengharapkan ada rekan kerja yang open, bersedia membantu, dan bisa memberi solusi. Nah, jadilah pribadi yang solutif. Ini sangat penting agar team work dan kerjaan jadi lebih baik.

Fleksibel
Bisa diajak ikut kegiatan apa aja. Tentunya yang positif ya, hehe..
Yes, tiap orang punya prinsip, kebiasaan, dan preferensi masing-masing. Tetaplah menjadi dirimu sendiri namun tetap jadi pribadi yang fleksibel dalam artian yang positif. Dunia kerja, apalagi di Telkom sejauh yang saya alami, gak hanya tentang kerjaan. Ada kayak di sekolah dulu ; ekskul. Kita punya kerjaan inti sesuai tanggung jawab masing-masing, tapi juga ada banyak kegiatan kantor yang harus kita ikuti. Maka, kita gak bisa pakai hanya tok kerja kerja kerja. Kita perlu bersosialisasi dengan sesama rekan kerja, mengikuti berbagai acara kantor, mengikuti dinamika di kantor, dan terlibat aktif di berbagai kegiatan.

Tentang prinsip. Kalau ada hal di kantor yang kurang sesuai dengan prinsip yang kamu yakini dan kamu tidak bisa join or terlibat dalam hal itu, maka sampaikanlah dengan baik. Contoh sederhana. Banyak karyawan yang kurang suka dengan musik dan nyanyian. Nah, kalau ada acara kantor yang ada selingan musiknya, beberapa karyawan ini akan keluar ruangan sejenak saat mostly karyawan lainnya refreshing sejenak dengan bernyanyi bersama. Kalau ditanya kenapa keluar? Ya sampaikan saja baik-baik kalau kita kurang suka musik, mau nyantai  di luar, dll dll.

Adaptif
Perusahaan memerlukan pegawai yang cepat merespon positif berbagai dinamika pekerjaan.

Rolling tim kerja? Oke, kita perlu segera beradaptasi. Gak ‘duduk’ aja tanpa berusaha menyesuaikan diri.

Ganti leader? Oke, kita akan beradaptasi dengan leader baru, mulai dari pribadinya hingga cara kerjanya.

Ada acara lalu reschedule or ganti tempat sesuai arahan leader? Hayuuk…

Lagi handle acara kantor lalu ada dinamika disuruh ganti konsep oleh leader? Siaaaap…koordinasi lagii, plan lagi…

Ganti struktur organisasi? Okee….itung-itung refreshment dan nambah rekan lagi.

Banyak hal lain. Saya termasuk yang agak berat di awal untuk bisa adaptif, tapi harus dicoba agar kita tahu kemampuan kita sebesar apa. Agar kita bisa membiasakan diri untuk adaptif.

Agile
Lincaah. Gesit. Cekatan. Walaupun banyak yang bilang kalau Gen Y karakternya magerantapi kalau mau win ya harus agilePerusahaan terus ‘bergerak’, ‘berlari’, berubah, seperti yang saya jalani baru 5 tahun ini. Telkom terus bertransformasi untuk mengikuti perkembangan dan terus produktif. Maka, kita sebagai pegawai tentuu harus agile untuk mengikuti berbagai dinamika perusahaan.

Jadilaah pribadi yang agile. Gak ‘nanti-nanti’ kalau ada yang harus diselesaikan.

Jangan seperti ini;
mau ngambil hasil print-an di meja lain aja mager

Or

Diajakin jadi panitia event kantor aja responnya, “hadeuuh repot amaat..”

Nah, itu beberapa hal yang sebaiknya kita miliki agar bisa memenuhi kriteria yang perusahaan butuhkan. Sebenarnya masih sangat banyak. Kamu bisa cari tentang values setiap perusahaan. Kalau Telkom, ada The Telkom Ways sebagai culture perusahaan dengan berbagai sikap dan karakter turunannya. Dua tahun terakhir, Kementrian BUMN juga menambahkan AKHLAK sebagai values yang harus diinternalisasi di semua perusahaan BUMN. Kamu bisa baca tentang AKHLAK, agar kamu dapat gambaran tentang kriteria seperti apa yang dicari Telkom.

Again, tulisan ini adalah pendapat saya pribadi, berdasarkan yang saya ketahui, alami, dan amati.

Semoga bermanfaat….

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
SUCI AMALIA
Tidak ada informasi member
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram