Belajar Mudah Kaidah Ushul Fiqh Ala Bucin

May 10, 2020

"Dik, mbok plis to ah, dipertimbangkan juga kaidah dar-ul mafasid muqaddamun itu, bahwa meninggalkan kemudharatan itu harus lebih diutamakan. Sikapmu ini mudharat buatku, Dik. Buat masa depan tresnaku. Itu harus didahulukan untuk ditinggalkan lho, Dik..."

(Belajar Mudah Kaidah Ushul Fiqh ala Bucin, halaman 133)

Kita tahu bahwa sumber-sumber utama syariat Islam (alQuran dan Sunnah Rasulullah SAW) sangat luas dan lebar wilayahnya. Baik dari segi sebab sejarah turunnya, kekayaan gaya bahasannya, logikanya, sastrawinya, hingga pesan moral yang dikandungnya. Karenanya, tidak bisa dibenarkan mencutat-cutat (pinjam bahasanya Om Edi Ah Iyabenu) ayat dan hadis sesuka-sukanya, lalu memutuskan suatu hukum Islam (fiqh) tanpa fondasi ilmu-ilmu yang lengkap, utuh, dan otoritatif.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Jihan Mawaddah
bookworm, knowledge seeker
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram