fbpx

CERITA TENTANG 37 HARI

20 April, 2022
Nggak terasa sudah hampir 4 bulan menjalani tahun 2022 ini. Awal tahun yang banyak membuat cerita, mulai dari drama pertemanan akibat merantau dan tinggal bersama orang-orang yang baru saja dikenal, kehilangan orang tersayang, pasang surut di organisasi, maupun kejenuhan dan lika-liku mengerjakan skripsi. Diantara semuanya, aku ingin memulai ceritaku dengan kenangan istimewa selama 37 hari bersama orang-orang hebat yang baru aku temui.
Malam itu, hari Selasa dipertengahan Januari, aku cukup terkejut dengan pengumuman penempatan lokasi KKN-ku. Sama sekali nggak nyangka akan ditempatkan di Kabupaten Kebumen yang merupakan daerah yang belum pernah aku kunjungi dan belum pernah aku ketahui kondisinya. Sebenarnya, Kebumen bukan daerah yang begitu jauh dari Solo. Tapi, karena sebelumnya aku sengaja mendaftar penempatan KKN di Solo agar bisa pulang-pergi ke tempat kos, saat itu aku nggak bisa terima kalau harus KKN di tempat yang membuatku harus stay di posko KKN sampai waktu KKN berakhir.
Untuk pertama kalinya, aku tinggal bersama orang baru dalam jangka waktu yang lama. Awalnya mudah dan menyenangkan, satu dengan yang lain saling antusias untuk bercerita dan saling membantu. Minggu-minggu setelahnya, satu persatu masalah mulai datang. Mulai dari kehidupan sehari-hari, pertemanan, sakit yang menular, sampai pada suatu kondisi ingin bergegas pulang dari tempat KKN.
Nggak jarang ada yang mengeluh, marah, atau bahkan menangis. Seringkali juga ada kesalahpahaman yang membuat saat-saat lagi kumpul bareng nggak menyenangkan lagi. Mungkin yang paling terberat adalah ketika suasana rumah menjadi tegang dan bikin takut sendiri. Kalau diingat-ingat, saat menjalani momen tersebut rasanya nggak kuat. Walaupun, pada akhirnya bisa terlewati dengan baik-baik saja. Namun dibalik cerita-cerita yang terlihat sulit, ada berjuta kenangan manis yang membuat bahagia dan memberi pelajaran berarti.
Banyak yang bilang kalau di tempat KKN, akan ada banyak hal yang harus kita paksakan untuk menyesuaikan lingkungan pertemanan. Buatku, kebiasaan-kebiasaan di pagi hari adalah yang paling berkesan. Selepas waktu Subuh, membersihkan rumah dan menanak nasi menjadi budaya baru. Terkadang kalau ingin masak, harus mempersiapkan bahan makanan yang didapat dari warung di ujung desa. Dan.. aku nggak pernah bosan dengan jalan-jalan pagi berkedok beli bahan makanan ke warung penjual sayur. Mungkin, udara pagi yang tertiup dari area sawah sepanjang desa adalah salah satu perbedaan lingkungan desa dan kota yang aku sukai.
Hal lain yang sulit dilupakan adalah kumpul di ruang tengah untuk makan bersama. Tiga kali makan dalam sehari, tiga kali juga kita kumpul untuk bercerita tentang hal-hal random. Ada yang selalu menghabiskan makanan paling cepat, ada yang mengambil lauk paling sedikit untuk berkorban demi yang lain, ada yang ragu-ragu makan karena nggak suka pedas, ada yang diam-diam sambil memperhatikan gerak-gerik cara makan orang sekitarnya. Bahkan ada juga yang makan tapi nggak bisa lepas dari HP. Layaknya perbedaan kebiasaan saat makan, perbedaan karakter dan perilaku juga berlaku di hampir seluruh kegiatan.
Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Tara Nabila
Tidak ada informasi member
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram