fbpx

Destinasi Wisata Ujung Barat Indonesia, Pulau Weh Sabang

30 September, 2021

Source : bnpp.go.id

abang tepat berada di Pulau Weh, ujung paling barat Indonesia. Sabang merupakan daerah destinasi liburan yang tidak akan pernah ada habisnya untuk di explore. Sabang memiliki banyak destinasi wisata yang benar-benar masih natural dan asri sehingga kita sebagai wisatawan tidak akan berhenti mengaguminya.

Sabang telah membuat saya jatuh cinta sejak pertama kali dulu di tahun 2015 pertama kali mengunjunginya. Tidak heran setelahnya saya mengunjunginya kembali, lagi dan lagi. Namun tahun ini perjalanan liburan terasa sedikit berat karena banyaknya protokol kesehatan dan syarat izin lainnya akibat covid.

Petualangan ke Sabang kali ini saya mengajak suami yang kebetulan belum pernah mengunjungi Sabang. Perjalanan yang kami laksanakan ini sekitar 7 hari. Kami melakukan perjalanan ini pada tanggal 28 Juli hingga 03 Agustus 2021.

1. Keberangkatan

Perjalanan kami dimulai pada malam hari jam 8 malam, tanggal 28 Juli 2021. Kami berangkat dari Medan menggunakan Bus JRG (Jasa Rahayu Gumpueng). Bus JRG ini merupakan salah satu bus trayek Medan-Aceh (dan sebaliknya) yang pelayanan serta fasilitas dalam busnya yang super premium. Mulai dari adanya selimut, bantal kepala, makanan snack dan minuman serta kursi yang nyaman untuk tidur. Harga sekali berangkat Medan-Aceh sebesar Rp. 280.000,- per orang. Bagi kamu yang belum pernah coba, wajib harus coba!

1. Keberangkatan

Perjalanan kami dimulai pada malam hari jam 8 malam, tanggal 28 Juli 2021. Kami berangkat dari Medan menggunakan Bus JRG (Jasa Rahayu Gumpueng). Bus JRG ini merupakan salah satu bus trayek Medan-Aceh (dan sebaliknya) yang pelayanan serta fasilitas dalam busnya yang super premium. Mulai dari adanya selimut, bantal kepala, makanan snack dan minuman serta kursi yang nyaman untuk tidur. Harga sekali berangkat Medan-Aceh sebesar Rp. 280.000,- per orang. Bagi kamu yang belum pernah coba, wajib harus coba!

Kami tiba di Banda Aceh sekitar jam 6 pagi, tanggal 29 Juli 2021. Sesampainya di Banda Aceh, kami langsung order Grabcar untuk mengisi tenaga dan perut yang sudah keroncongan. Kami sarapan pagi di Nasi Gurih Pak Rasyid. Tempat makan ini menyediakan berbagai jenis sarapan seperti lontong, nasi gurih, dll. Harganya juga terjangkau.

Selesai sarapan, kami bergegas ke Pelabuhan Ulee Iheue yang letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota Banda Aceh. Kami cepat-cepat langsung ke Pelabuhan karena seingatnya dulu ketika terakhir kali berangkat melalui pelabuhan ini harus antri dan desak-desakan ketika beli tiket dan masuk ke kapal. Ternyata sesampainya disana, pelabuhan kosong melompong. Lenggang. Jauh dari perkiraan. Akhirnya kami menunggu cukup lama di pelabuhan karena terlalu cepat datang.

Kami akhirnya berangkat dengan menaiki Kapal Cepat alias kapal feri versi kecil. Harga tiket kapal sebesar Rp.100.000,- per orang. Lama penyeberangan dari Banda Aceh ke Pulau Sabang sekitar 1 jam. Hari itu cuaca betul-betul sangat bagus. Sangat pas untuk berfoto diatas kapal.

Sesampainya di Pulau Sabang sekitar jam 11 siang. Kami mengambil mobil rental gratisan yang merupakan milik teman suami. Kebetulan memang orang Sabang asli. Lumayan menghemat biasa transportasi kami selama berada di Sabang.

Perut kembali bergejolak. Kami memutuskan untuk mencari makan siang. Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di salah satu kedai yang bernama Rumah Makan Murah Raya. Ala-ala warung nasi padang menunya. Harganya standard tapi rasanya maknyus. Disini dijual berbagai jenis ikan bakar hasil tangkapan laut Sabang. Wajib coba sih ini!

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Bethania FEBYOLETTA
Enthusiastic about Minimalism, Self-Development, Books, Healthy Lifestyle, Cooking and Travelling❤
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram