Dua anggota keluarga saya, mama dan adik bungsu, selepas lebaran tiba-tiba melayangkan pernyataan yang sama: "Mau nonton film Na Willa!" Ini momen langka sekali karena selera tontonan mama dan adik sangat berbeda, apalagi mama bukan tipe orang yang senang main ke bioskop. Usut punya usut, mama tergiur dari ulasan temannya yang sudah menonton Na Willa bersama keluarga, sedangkan adik yang penasaran setelah melihat beragam marketing film Na Willa berseliweran di media sosial. Saya? Justru lebih banyak melihat ulasan film Tunggu Aku Sukses Nanti dan sempat hendak menonton ini. Akhirnya, kami memutuskan menonton film Na Willa bersama.
Kalau ditanya maukah lagi menonton ulang film Na Willa, saya akan jawab, "Mau banget!" dan pasti dengan membawa tisu (lagi!). Film yang indah, menyenangkan, dan menghangatkan hati ini berhasil membuat kami bertiga beberapa kali menangis. Ada banyak momen haru yang bikin hati menghangat, apalagi didukung dengan akting Luisa Adreena sebagai Na Willa dan Irma Rihi (Irma Novita) sebagai Mak, yang merepresentasikan ikatan ibu-anak yang "ideal".
(selengkapnya di blog)