Harapan terbesar untuk blog ini [Day-3] #BPNRamadan2021

April 15, 2021

Bulan Oktober 2020 lalu aku sempat ikut give away di akun instagram dr. Jiemi Ardian SpKj. Hadiahnya berupa 10 buah tiket untuk mengikuti sebuah acara virtual “Bincang bareng Baek Se Hee”, penulis asal Korea Selatan. Ia adalah seorang penyintas distimia (depresi minor menahun) yang membagikan cerita perjalanannya menuju pulih lewat tulisan di blog dan kemudian akhirnya diterbitkan sebagai buku. Bukunya berjudul ‘I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki’. Harga asli tiketnya sebesar seratus ribu rupiah. Syarat untuk ikut give away dari dokter Jiemi adalah dengan memberi alasan mengapa layak mendapatkan tiket untuk acara tersebut.

Waktu itu aku bercerita di komentar postingan dokter Jiemi, bahwa beberapa bulan lalu saat konsultasi online dengan psikiater, aku didiagnosis depresi dan BPD (borderline personality disorder) atau gangguan kepribadian ambang. Disarankan untuk segera konsultasi langsung ke psikiater terdekat karena sudah harus dibantu obat. Tapi karena masih pandemi, rasanya agak riskan untuk konsul langsung ke rumah sakit. Apalagi aku punya balita yang pasti akan ikut kemana-mana karena gak ada yang bisa dititipkan di rumah. Aku berencana untuk menuliskan kisahku sebagai ibu dengan masalah kesehatan mental di blog, tentang bagaimana aku menjalani hidup sehari-hari, dan bagaimana aku berusaha berdamai dengan kondisi ini. Alhamdulillah, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti acara bincang buku itu, gratis.

Miss Baek Se Hee bercerita tentang awal mula ia memutuskan untuk membagikan kisah perjalanan menuju kesembuhan mentalnya di blog. Awalnya ia penasaran dengan cerita orang-orang yang mengalami pengobatan kesehatan mental. Ia kemudian meminta izin pada psikiaternya untuk merekam audio setiap sesi pertemuan untuk selanjutnya ia dengarkan kembali di rumah dan ditulis dalam blognya. Ternyata  lewat blogging, ia menemukan tempat untuk saling sharing dengan orang yang memiliki pengalaman serupa. Ia merasa terhibur dan bersemangat ketika membaca komentar yang mendukung. Meskipun ada saja komentar negatif, tapi yang membuatnya tetap menulis adalah kenyataan bahwa tulisannya dibutuhkan oleh banyak orang di luar sana, bahkan sampai menyelamatkan nyawa.

Tentunya banyak yang aku harapkan dari kegiatan menulis blog ini. Dari yang sederhana sampai luar biasa. Aku berharap bisa lebih mengenal diri sendiri lewat tulisan. Aku juga ingin menambah relasi baru dengan aktivitas blogging, serta bisa meluruskan stigma negatif di kebanyakan masyarakat saat ini tentang orang dengan mental health issue. Miss Baek Se Hee jadi inspirasi untukku. Salah satu mimpiku yang rasanya saat ini masih sangat jauh untuk diraih adalah menerbitkan buku sendiri (selain antologi). Aku sadar masih banyak keterbatasan yang menghalangiku untuk mewujudkan mimpi itu. Apakah berlebihan jika aku berharap suatu saat juga bisa menerbitkan buku dari blog ini? :”) Akupun berharap kelak bisa menemukan orang-orang dengan pengalaman yang sama di sini. Yang kemudian bisa memberi dukungan untuk saling menguatkan lewat tulisan.

 

Bogor,15 April 2021.

Baca Selengkapnya
Previous Post:

Nama dan Makna

Previous Post:

Ngeblog untuk Cari Duit?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Amalia Nadhilah
Emak berdaster rumahan lulusan sarjana kehutanan yang masih bermimpi bisa bekerja di luar sektor domestik rumah tangga. Satu anak perempuan. Domisili Bogor.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram