fbpx

Kembali Turun ke Sembalun - Catatan Pendakian Gunung Rinjani #5

Malam yang sangat syahdu hingga membuat saya nyenyak tertidur juga karena keletihan setelah naik dan turun puncak Rinjani. Paginya saya terbangun dengan disambut cuaca yang begitu cerah. Seketika saya keluar tenda lalu melihat pakaian dan beberapa gear lainnya sudah memenuhi atap tenda untuk dijemur. Buru-buru saya keluarkan gear saya untuk dijemur juga, berharap akan kering sehingga tidak terlalu memberatkan beban keril nanti ketika turun.

Matahari kian meninggi, langit kian cerah kebiru-biruan lengkap dengan awan-awannya nan cantik. Menu sarapan pagi itu menarik secara outlook, nasi goreng sayur. Lagi-lagi memang porsinya sangat pas, pengin nambah tapi apa daya engga tega sama yang lain yang katanya juga pengin nambah, hehe. Jadi selama pendakian ini kayaknya kami kelaparan terus gaes.

Indahnya pemandangan pagi menjelang siang saat itu tidak bisa lagi saya ungkapkan dengan kata-kata. Benar-benar memanjakan mata. Masyaallah. Saya berkali-kali kagum. Apakah ini nyata bahwa saya sudah sampai di sini, eh, akhirnya ke sini, ke Rinjani. Suatu hal yang tadinya rasanya engga mungkin. Tadinya pengin Semeru dulu baru Rinjani. Ketertarikan terhadap Rinjani tidak sekuat ketertarikan kepada Semeru. Tapi malah Rinjani duluan yang saya samperin. Tetap bersyukur saja, mungkin one day, I will be there, Ranu Kumbolo – Semeru – Mahameru.

Sinar matahari yang hangat mampu mengusir dinginnya Pelawangan. Di sisi kanan dari tenda, ada pohon-pohon tinggi yang sepertinya sebuah “sarang” pembuangan. Saya yang kebelet langsung menyendiri masuk ke sana. Ternyata benar adanya, tisu dimana-mana, seperti namanya ya “sarang pembuangan akhir”.

Kemudian saya ikut geng Karawang yang berjemur tidak jauh dari lokasi pohon itu. Karena adem jadi kami gelar matras di sana lalu tidur-tiduran sambal ngobrol dan nyemil. Tak lama datang seekor monyet yang mengintai cemilan. Tak tega, kami coba beri sedikit namun seorang teman mengingatkan untuk tidak terlalu kasihan karena khawatir akan menjadi kebiasaan bagi mereka. Memang sudah jadi hal biasa jika teman-teman sekalian sangat mudah menemukan monyet di Pelawangan. Mereka terkenal suka mengintai lalu mengambil makanan di dalam tenda. Jadi, selalu berhati-hati saja agar tidak kelaparan berlarut-larut. Di Pelawangan engga ada warung soalnya, eh bukan, tepatnya di pendakian Rinjani engga ada warung.

Sekitar pukul delapan pagi kami sudah diminta prepare packing untuk turun. Jika saat itu pukul delapan, maka di Jakarta pukul tujuh. Hmm, memang direncakan bahwa kami akan turun di pagi hari mengingat jalur turun ke Sembalun cukup panjang. Kami bergegas mengepak barang-barang ke dalam keril. Sebelum turun tentu tidak lupa untuk berfoto bersama semua personil yang kurang lebih lima puluhan jumlahnya. Rame yahh.

Beberapa Amak sudah lebih dulu turun dengan membawa banyak perlengkapan dapur. Beliau-beliau turunnya masih dengan setelan sarung dan sandal jepit swallow. Kayaknya brand satu ini tidak asing lagi bagi mereka. Dengan sigap mereka turun dengan santuy  meninggalkan kami yang masih terbata-bata dengan jalurnya. Saya mencoba menyeimbangkan ritme langkah dengan geng Karawang, kami berlari tipis-tipis. Sesekali kami berhenti untuk beristirahat. Beberapa teman lainnya sudah melesat jauh ke bawah. Seperti uji nyali kekuatan lutut dan tumitnya.

Tujuh Bukit Penyesalan terlalui, hingga sampai kembali di pos 3. Sungai yang dua hari lalu meluap sudah mengering sehingga kami dapat melewatinya dengan mudah. Tiap pos kami sempatkan untuk ngaso sebentar, sekadar menikmati perjalanan. Entah kapan bisa kembali kan, jadi perjalanan turun sungguh dinikmati sebaik mungkin.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Sonyaaa
Saya Sonyaaa, lingkungan tulis-menulis seperti sebuah self healing, disini saya berbagi cerita mengenai kenyamanan yang didapati dalam hiking, travelling, gardening, motivation dan homecreative. Today-Dream merupakan suatu wujud dari harapan-harapan. Mimpi-mimpi bisa nyata. Semoga bermanfaat.
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram