Ketika Kita Disakiti, Perlukah Kita Membalasnya?

July 20, 2020

Mengapa aku bersedia menjadi seorang kawan yang ternyata memusuhiku? Mengapa aku memaksakan untuk mempercayai seseorang yang sudah jelas-jelas akan mengecewakanku? Mengapa aku berusaha menjadi orang baik pada orang-orang yang tidak menghargaiku?

Semua yang terjadi pada diri kita sebenarnya tidak lepas dari diri kita sendiri. Tidak akan ada asap jika tidak ada api, kan? Jangan berteman dengan orang yang jelas-jelas tidak bisa menghargaimu dan tidak menyukaimu. Jangan pula mencintai orang yang jelas-jelas kamu tau dia bukan orang yang baik dan mencintai ketulusanmu.

Baca Selengkapnya
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Diska Paras Ayu
Saya menulis blog sejak tahun 2010 hanya sekedar iseng dan mengisi dengan curahan hati dan coretan kecil tentang motivasi kehidupan. Namun kini saya ingin mengembangkannya menjadi blog yang lebih bermanfaat.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram