fbpx

Kita punya batas kesanggupan masing-masing, Bijaklah!

March 7, 2021

Ada cerita dari teman saya katanya dia kehilangan uang 100K. Teman saya yang lainnya nyeletuk

“Alaaaaaaaahhhhhhhhhh… gitu aja galau”

Cerita yang lain ada yang sedang patah hati ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, lalu teman saya nyeletuk lagi

“Ah . . . gitu aja pusing amat, tinggal cari yang lain kan beres, lebay kamu”

Dan teman yang lainnya sedang asik menyantap ubi goreng dengan sambal terasi dan spontan berteriak karena ternyata sambalnya pedis sekali.

“Cabe 5 biji aja pedis, ah lebay kamu. Segitu mah gak ada apa-apanya”

 

***

Mungkin selembar kertas bernilai 100K tidak berarti apa-apa bagi kita tapi bagi orang lain itu sangat berharga karena untuk mendapatkannya butuh perjuangan yang berarti.

Sebagian orang yang belum pernah jatuh cinta dan patah hati mungkin menganggap orang yang menangis karena patah hati adalah sesuatu hal yang lebay padahal setiap kondisi jiwa seseorang itu berbeda-beda. Bentuk penerimaan seiap luka yang dia terima juga pasti berbeda.

Ada yang tidak terbiasa makan makanan pedas, cabe sebiji aja pedis terasa sampai ke ubun-ubun. Tapi, bagi yang sudah sering mengonsumsi makanan pedas bahkan mungkin tiap hari cabe 5 biji gak ada apa-apanya buat mereka.

Kita terkadang mengukur kemampuan seseorang dengan ukuran yang kita punya. Kita mengukur kapasitas seseorang dengan ukuran kapasistas diri kita.

Kita menimbang menggunakan kilogram sedangkan orang lain menggunakan ons. Terlihat sedikit untuk kilogram tapi sudah berat bagi ukuran ons.

Setiap dari kita punya batas kapasitas masing-masing. Bagi kita mungkin mudah tapi bagi orang lain belum tentu. Bagi kita mungkin itu lebay dan menggelikan tapi bagi orang lain itu sangat berat.

Mungkin kita sering bercanda dengan seorang teman, bercengkrama dengan hal-hal konyol dan tanpa sadar kita sedang menyinggung perasaanya. Bagi kita mungkin bercanda tapi baginya hal itu bukanlah lelucon.

Setiap dari kita punya kondisi jiwa yang berbeda, pengalaman hdup yang pernah kita alami juga berbeda dan tentu bentuk penerimaan kita atas sebuah masalah juga akan berbeda dan cara penyelesaiannya pun tentu berbeda.

Baca Selengkapnya
Previous Post:

SURAT UNTUK DIRI SENDIRI

Next Post:

Memulai Tanpa Ribet

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Musdalifah
Tidak ada informasi member
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram