fbpx

Lupakan Perbedaan, Utamakan persatuan

19 April, 2021

 

Indonesia adalah rumah, rumah bagi banyak perbedaan dan keberagaman. Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan semata, akan tetapi identitas. Kita berbeda, namun kita sama-sama Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, sepanjang hidup tak akan cukup untuk mempelajarinya. Beragam budaya, adat istiadat, dan juga jangan lupakan bahasa. Kadang menyapa diri dengan aku, saya, gue, abdi, kulo, inyong, atau juga beta. Kemudian menyapa lainnya dengan kamu, anda, Lo, anjeun, sampeyan, kowe, ale dan sebagainya. Dari sapaan saja sudah sangat beragam, entah berapa banyak lagi kata yang mungkin tidak banyak orang yang tahu.
Keragaman dan perbedaan adalah sebuah anugerah sekaligus ancaman. Akan menjadi anugerah jika kita bersatu dan bersama. Dan sebuah ancaman jika kita saling mementingkan diri sendiri dan golongan. Solidaritas, gotong royong, dan persatuan adalah kekuatan terbesar kita.

Masih ingat beberapa kejadian lalu, saat atlet Indonesia mengalami ketidakadilan di ajang kompetisi All England. Dengan penuh semangat, serentak Netizen +62 mengerahkan segenap kekuatan jari-jemarinya menuntut keadilan. Beritanya menjadi viral dan menjadi perbincangan banyak pihak. Dari hal ini kita bisa belajar, solidaritas dan persatuan menjadi hal penting di negeri kita ini. Masalahmu menjadi masalahku, menghujatmu berarti menghujatku, menyerangmu sama dengan menyerangku. Kita saling berbagi, saling melindungi, saling melengkapi dengan berbagai keragaman yang kita miliki.

Hingga saat ini Pandemi Covid19 belum juga berakhir. Kita mulai jenuh dengan keadaan. Meskipun sudah banyak hal dilakukan, keadaan belum membaik seperti sedia kala. Banyak perubahan terjadi selama Pandemi Covid19. Namun keadaan ini membuat kita menyadari satu hal penting, yakni persatuan. Gotong royong sangatlah dibutuhkan, saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran. Perubahan dalam berbagai hal mendorong kita untuk berkolaborasi demi mengatasi masa-masa sulit. Seiring berjalannya waktu Pandemi Covid19 akan berlalu, jika kita mampu saling bahu- membahu. Habis gelap terbitlah terang, habis susah terbitlah mudah. Habis usaha terbitlah karya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Dyah Titi Sumpenowati
Manusia biasa yang mencoba untuk bertumbuh dan berkembang. Menghadapi Quarter Life Crisis dengan memperdalam imaginasi dan pengetahuan diri.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram