Menikah, salah satu hal yang membuat kita bahagia ketika mendengar kata ini. Memang benar ini membuat kita bahagia, tapi jangan menutup telinga jika ada sisi lainnya yang harus dilihat dari kata "MENIKAH" ini. Kali ini aku mau sharing kepada kalian semua bahwa betapa pentingnya mempertimbangkan banyak hal sebelum menjani sebuah pernikahan apalagi saat ini banyak anak muda yang memutuskan untuk menikah muda.

FINANSIAL

Ketika sudah siap menikah berarti pasangan itu sudah siap secara finansial, lepas dari support orangtua. Mencari nafkah sendiri, bukan bergantung dengan orangtua tapi mencari solusi sendiri atas setiap permasalahan finansial yang akan dihadapi. Namanya menikah, pasti bukan bicara soal Aku dan Kamu tapi bicara soal Kita. Bagaimana menghidupi sebuah keluarga bersama, tidak selalu laki-laki yang mencari uang untuk keluarga karena perempuan juga harus bisa mencari uang untuk keluarganya. Karena jika perempuan hanya bergantung pada suami, lalu apa yang akan terjadi jika karir suami sedang tidak stabil? Meratapi nasib? Menangis? atau hal yang paling mudah adalah lari kembali ke orangtua. Lebih baik jika belum sanggup menghadapi permasalah seperti ini, dipikirkan kembali untuk menikah. Alangkah baiknya perempuan juga memiliki planning untuk finansialnya keluarga dan dirinya sendiri, misal jika sudah ada kesepakatan suami yang bekerja dan istri dirumah merawat anak bisa saja berbisnis online dari rumah atau ketika suami memberikan uang bulanan kepada istri maka uang itu digunakan untuk tabungan jangka panjang sehingga jika sudah dilakukan hal ini suatu waktu kondisi keuangan suami sedang tidak stabil, maka istri bisa memberikan support dan berdiri sendiri merangkul suami. Jadi tidak melulu bergantung dengan suami.

EMOSIONAL

Kondisi emosional seseorang akan berubah setelah menikah, terutama perempuan yang seperti kita ketahui bahwa sosok perempuan sering melibatkan kondisi emosionalnya dalam beberapa hal (pekerjaan, relationship, pertemanan, dll). Ketika menikah kita tidak bisa menghentikan bahwa setiap hal akan berjalan baik-baik saja. Akan ada masalah muncul dengan pasangan, keluarga pasangan, pekerjaan yang dilakukan, dan bahkan kehidupan pasangan diluar keluarganya. Setiap perempuan harus memiliki prinsip dalam hidupnya ketika berani untuk menikah, punya aturan main bersama dan juga siap konsekuensi yang akan dihadapi jika aturan main itu tidak dilakukan oleh pasangan maka apa yang akan kita lakukan. Tentu bukan langsung minta cerai atau lari kerumah orangtua kita, tapi kendalikan emosi saat itu dan pikirkan untuk kepentingan bersama. Mampukah setiap perempuan melakukan hal ini? Kalau belum bisa, lebih baik persiapkan kemungkinan ini terjadi setelah menikah.

MINDSET

Pada dasarnya seorang perempuan identik dengan menerima perhatian dan senang dimanjakan oleh laki-laki, namun apakah hal ini masih valid setelah menikah? Menurut saya tidak sepenuhnya, karena ketika menikah maka mindset kita akan berubah. Sudah bukan soal kepentingan kita tapi bagaimana kepentingan dengan pasangan juga. Jangan dikarenakan usia yang masih muda membuat kita belum siap ketika menghadapi suatu kondisi dan masalah dan mengakibatkan keretakan dalam sebuah hubungan, mungkin ketika masih pacaran pastinya kita mengejar kebahagiaan namun akan berbeda ketika kita menjalani sebuah pernikahan bukan hanya kebahagiaan yang kita cari tapi bagaimana membangun hubungan yang saling mensupport satu sama lain dalam segala situasi. Hadapi bersama jika ada masalah, bukan lari karena tidak mampu menghadapinya. Itulah kenapa saya bilang menikah itu juga suatu hal yang berat, karena tidak bisa menyebutkan suatu alasan untuk berpisah. Yang namanya menikah ya apapun resikonya harus kita jalani bersama, kalau salah satu bermasalah maka pasangannya menutupi dan memberika support untuk bisa menjalani bersama.

Itulah pembahasan tentang pentingnya perempuan mempertimbangkan sebuah pernikahan, karena tidak hanya siap menerima kebahagiaan tapi juga siap menjalani permasalahan kedepannya. Sebagai perempuan yang pintar dan tangguh, hal ini bisa dipersiapkan sejak sekarang tentang apakah kita sebagai perempuan mampu menghadapi setiap permasalahan dalam pernikahan sendiri? Bahkan mungkin saja harus bisa memberikan support kepada pasangan ketika kondisi mood sedang tidak baik-baik saja. Jangan sampai kita justru memberikan permasalahan kita kepada anak yang seharusnya itu adalah tanggung jawab kita sebagai sosok istri yang memikirkan jalan keluarnya. Ingat ya, tanggung jawab sebagai orangtua tidak hanya sampai anak menikah tapi sampai usia berakhir. Complicated kan? Hal ini lah yang harus dipersiapkan sebelum dan saat menjalani pernikahan. Cheers!

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Gloria Charlotte
Welcome to my blog! We can share and support all women in the world from the words. You can find me on other social platform: real_glory (instagram) Gloria Charlotte (podcast platform)
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram