fbpx

Menilik “Tilik” dari Kacamata Semiotik

27 August, 2020

Sudah nonton film “Tilik”? Meski belum nonton, mungkin kamu sudah tahu bagaimana jalan cerita film pendek yang diproduksi oleh Ravacana Films bersama Dinas Kebudayaan DIY tersebut. Berkat kehadiran tokoh Bu Tejo, film arahan Wahyu Agung Prasetyo ini berhasil menjadi perhatian publik, termasuk Joko Anwar dan Ernest Prakasa.

Meski sudah mendapat sejumlah penghargaan, film ini tidak luput dari kritik. Salah satunya adalah kritik dari sudut pandang feminisme yang diungkapkan Intan Paramaditha terkait pembenaran stereotip perempuan Islam dan pedesaan yang direpresentasikan dalam film ini.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Perempuan Sufi
Berbagai macam pekerjaan pernah dijalani, berbagai aroma kehidupan pernah dihirup, berbagai rasa pernah dicecap. Pada akhirnya, menulis sambil menikmati kopi dan fermentasi gandum menjadi jalan terakhir bagi manusia ini agar tetap waras dan humanis.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram