fbpx

Menjadi Aku

23 June, 2022

Sudah lima menit berlalu, laptop bungkam dengan kebisuan. Entah, akhir-akhir ini rasanya ada yang salah dengan kami berdua. Aku mengerti dia selalu menemani dalam berbagai rasa. Namun lihat sekarang, dia hanya menyuguhkan sunyi yang membuatku semakin frustrasi.

Dua menit kembali berlalu, dia hanya berkerlip menatapku yang semakin gamam. Apa alasan dia bersikap seperti itu? Alih-alih menerangiku dalam cahayanya, dia malah semakin meredup.

“Aku tak ingin mengusik kegundahanmu” ungkapnya seolah dapat membaca nalar pikiranku.

Jujur saja, aku terkejut. Memang siapa sangka, bila dia dapat menjadi kawan manusia yang kacau sepertiku ini?

“Baiklah, bantu aku menumpahkan segala” jawabku setelah mencoba memupuk tekad. Dia sebatas mengangguk sembari memberikan cahaya yang cukup hangat.

Namun nyatanya, masih butuh beberapa saat untuk merekam pikiran dalam aksara ini. Sebab, sejauh dalam perjalanan hidup, memang kali ini situasi paling rusuh. Rasa-rasanya tidak bisa mengendalikan keadaan, apalagi diri sendiri.

Kendati demikian, ingin sekali menertawakan kekalutan diri pun mengejek ketidakberanianku berhadapan dengan dunia. Aku manusia pengecut yang tidak berdaya bila mimpi menjatuhkanku, bila kegagalan perlahan menghapus jiwa dan raga ini dari peradaban manusia. Aku tidak siap menerima kenyataan.

Cukup luka. Cukup luka saja yang berani kurawat dengan perlahan. Aku tidak ingin menambah rasa pedih, perih apalagi nyeri. Sebab langkahku saja sudah terseok-seok. Aku tidak perlu mengesot juga ‘kan, untuk menunjukkan diri kepada manusia-manusia yang haus pencapaian itu?

Toh, pada akhirnya aku hanya hidup sebagai diri sendiri. Menjadi aku–menjadi versi terbaik bagi diri sendiri dengan keidealisan diri.

Aku rasa itulah cara terbaik untuk menjaga kewarasanku sebagai manusia.

Menjadi aku–menjadi diri sendiri.

 

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Titik Literasi
Tidak ada informasi member
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram