Monthly Reading List: Januari 2021

February 8, 2021

Dari YA sampai novel Agatha Christie, Farah menulis tentang perjalanan membacanya di bulan Januari 2021.


2021 dibuka dengan serangkaian buku biasa saja dari segi rasa sukaku sebagai pembaca. Dari beberapa buku ini, hanya satu buku yang menurutku pas untuk dibaca di awal tahun karena ceritanya yang menghangatkan hati & membuat pembaca merasa lebih hopeful tentang kehidupan secara umum.

Berikut garis besar statistik bacaanku menurut situs buku alternatif, The StoryGraph:

Statistik Menunjukkan...

Di bulan Januari 2021, aku berhasil menamatkan enam buku (1.260 halaman). Tiga buku merupakan buku elektronik (e-book) yang dibaca melalui Google Play Book & Scribd. Dua buku aku nikmati dalam wujud audiobook (juga lewat Scribd) dan satu buku merupakan buku fisik yang aku pilih secara acak dari timbunan di rak. Dilihat dari daftar bukunya, bacaan bulan ini memang didominasi buku yang sudah ada di TBR fisik/digital-ku sejak lama. Aku harap aku bisa mempertahankan tren ini sepanjang tahun, mengingat rencanaku yang memang ingin membabat jumlah buku di TBR pribadi selama beberapa tahun terakhir.

Dilihat dari mood bacaan, tidak mengejutkan mungkin ketika bacaanku didominasi buku emotional & reflektif. Bacaan jenis ini memang go-to-ku sepanjang tahun. Hal yang menarik adalah bagaimana tahun baru membuatku mendadak tergerak untuk membaca buku dengan mood hopeful.

Kalau mengintip alur bacaan, buku beralur cepat masih menjadi bacaan primadona. Aku cukup senang bagaimanapun juga karena bisa menyelesaikan satu buku beralur lambat lagi. Perubahan juga tampak ketika melihat statistik jumlah halaman buku. Pada Desember 2020, 75% bacaanku adalah buku <300 halaman. Tahun baru akhirnya mengantarkanku pada ritme membaca yang bisa fokus menyelesaikan buku 300-400 halaman.

Tidak hanya itu saja, bacaan fiksi juga kembali berjaya di bulan Januari (5/6 buku). Setelah mengintip statistik lebih detail, ternyata rasio bacaanku memang hampir selalu 75:25 untuk fiksi & nonfiksi dari tahun ke tahun. Nonfiksi begitu bersinar pada 2020 karena buku-buku ini akhirnya mengisi jajaran Top 11 Reads yang biasanya diduduki buku fiksi. Jadi ya, aku rasa prediksiku tahun lalu tentang bagaimana rasio bacaan fiksi & nonfiksi akan mendekati 50:50 tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca tulisan selengkapnya di blog buku Far's Books Space.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Farah
Farah watches and reads too many things all at once. She writes about books & reading in Indonesian on her book blog, Far's Books Space on www.farbooksventure.com
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram