fbpx

My Mental Health Journey [Part 1] : Deteksi Awal

29 July, 2021

Gak ingat kapan tepatnya pertama kali menyadari bahwa ada yang salah, kenapa aku gak seperti kebanyakan ibu-ibu normal lain yang merasa bahagia karena punya anak. Kenapa setelah jadi ibu, malah lebih banyak menangis daripada tersenyum apalagi tertawa bahagia? Aku melahirkan di rumah mertua, gak seperti kebanyakan ibu lain yang  melahirkan anak pertamanya dekat dengan ibu kandungnya. Mungkin karena dari kecil aku juga gak dekat dengan ibu. Rasanya justru lebih nyaman di tempat mertua daripada di rumah orang tua sendiri. Dua bulan pertama sebagai ibu kulewati di sana, sampai akhirnya kami memutuskan untuk kembali merantau ke Bogor. Bedanya dulu di rumah cuma berdua, sekarang jadi bertiga dengan anggota keluarga baru yaitu si bayi. Bisa dibilang aku gak ada gejala baby blues yang parah selama itu. Tapi siapa sangka justru gejala depresi yang muncul setelahnya, setelah berbulan-bulan mengurus anak di perantauan hanya dengan suami, no helper at all..

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Amalia Nadhilah
Emak berdaster rumahan lulusan sarjana kehutanan yang masih bermimpi bisa bekerja di luar sektor domestik rumah tangga. Satu anak perempuan. Domisili Bogor.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram