fbpx

PEREMPUAN PEMIMPIN DAN KESETARAAN GENDER BERSAMA KEMENDIKBUD

March 12, 2021

Empat hari yang lalu tepatnya tanggal 8 Maret adalah hari yang paling istimewa khusunya umtuk perempuan, yaitu Hari Perempuan Internasional. Menurut aku hari ini adalah hari para perempuan yang dimana menunjukkan bahwa perempuan itu sangat tangguh dan sama-sama kuat untuk berjuang melawan ketidakadilan dalam masalah kesetaraan gender. Perempuan juga bisa menjadi pemimpin yang baik dan berani melawan resiko serta rintangan yang terus dihadapinya.

Sebagai perempuan aku merasa bersyukur bahwa aku ini masih kuat dan mampu menentukan pilihan hidup serta ingin mempunyai kemamuannya sendiri.

Kebetulan tepatnya di Hari Perempuan internasional kemarin aku mengikuti sebuah seminar online yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan Cerdas berkaratker yang mengangkat tema “Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender”. Seminar ini sangat istimewa bagi aku karena acara ini menampilkan narasumber-narasumber dari wanita inspiratif seperti Bu Franka Makarim (Co-Founder Tulola Jewelry), Bu Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden RI), Bu Chatarina Muliana (Inspektur Jenderal Kemendikbud RI), dan Pak Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI). Sedangkan acara seminarnya dipandu oleh moderator bernama Bu Widya Saputra.

Sebelum menuju ke acara Talkshow bersama 3 wanita inspiratif, seminar ini diawali oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, yang memulai pengantar kata di awal seminar tersebut. Pak Nadiem Makariem menjelaskan tentang sejarah Hari Perempuan Internasional secara singkat dan menarik, lebih dari 1 abad yang lalu serikat Buruh Garmen perempuan dari New York, AS, menyeruakan aspirasi mereka untuk bisa mendapatkan upah yang layak dimana hari itu adalah aksi yang dilaksanakan oleh para perempuan tersebut.

Pada tanggal 8 Maret 1857, diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional yang dimana semangat perjuangan para perempuan juga ditunjukkan kepada perempuan Indonesia. Dalam menggugat terkait masalah ketimpangan dan ketidakadilan soal gender disekitarnya, perempuan Indonesia juga mampu bersekolah ke jenjang yang tinggi seperti karier di ranah publik, memimpin dalam berkeluarga & rekan-rekan kerjanya.

"Demikian bukanlah perjuangan itu telah usai, tidak. Sebaiknya perjuangan kita masih panjang."

Nadiem Makarim

Menurut Pak Nadiem Makarim, ada 3 dosa besar dalam pendidikan yang harus dicegah, yaitu intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan. Dari 3 masalah itu harusnya tidak terjadi secara terulang di dunia pendidikan, masalah tersebut sering sekali dialami oleh para perempuan. 3 masalah itulah yang mempengaruhi tumbuh kembang pelajar. Kemendikbud terus berupaya mendorong lingkungan belajar yang aman bagi pelajar perempuan yang berdasarkan ketetapan Perkemendikbud No. 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulang tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, mulai dari SD sampai menengah.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Alya Putri Herdinanti
I'm a Student Age 20 years My Hobby is Blogging,Play Game, and Listening Music Started to be a blogger since 2018
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram