fbpx

Rasisme di Jerman: Fitnah atau Fakta?

March 2, 2021

Meskipun Perang Dunia II sudah lama berlalu, tapi trauma rakyat Jerman terhadap apa yang menimpa mereka serta stigma buruk yang disematkan kepada bangsa Jerman sebagai pelaku salah satu genosida terbesar di dunia belum sepenuhnya hilang. Jerman berupaya keras menghilangkan stigma sebagai bangsa rasis. Tapi apakah rasisme di Jerman itu benar-benar sudah hilang? Rasisme di Jerman: fitnah atau fakta?

Sejak Februari 2012 saya merantau ke Jerman dan datang ke Jerman memang sudah memakai jilbab. Tahun pertama tidak menemukan masalah rasisme yang cukup mencolok. Hal-hal kecil sih pernah terjadi. Misalnya kenapa saya harus sering-sering solat (solat 5 waktu) yang menurut salah satu orang Jerman yang saya kenal saat itu hanyalah membuang-buang waktu dan tidak hemat air. Tapi hal itu masih bisa saya maklumi.

Pindah ke Kota Stuttgart yang adalah ibukota Negara Bagian Baden-Württemberg juga tidak tampak tanda-tanda rasisme di awalnya. Memang Baden-Württemberg masuk ke wilayah eks-Jerman Barat yang katanya tingkat rasismenya lebih rendah jika dibandingkan dengan wilayah eks-Jerman Timur. Tempat tinggal pertama saya di Jerman juga masih di Baden-Württemberg, sebuah desa bernama Inzighofen.

Inzighofen, pemandangan dari jendela kamar saya dulu

Biasanya tingkat rasisme di Jerman itu lebih tinggi jumlahnya di desa dibandingkan di kota besar. Entah karena saya cuma sebentar tinggal di desa, jadi belum banyak ketemu yang aneh-aneh atau memang di Inzighofen aman-aman saja. Fyi, saya tinggal di Inzighofen selama tiga bulan setengah.

"Siapa yang pernah tinggal di Stuttgart, maka tidak akan pernah bisa melupakannya."

Tahun ini adalah tahun keenam saya tinggal di Kota Stuttgart. Pepatah Jerman di atas benar adanya. Stuttgart sudah menjadi rumah saya, rumah yang bahkan ketika mudik ke Indonesia saja tetap saya rindukan. Ada rasa ingin pulang, seolah ada bagian dari diri saya yang tertinggal di Stuttgart.

Faktanya tinggal di Stuttgart tidak melulu mulus-mulus saja. Saat baru-baru pindah ke Stuttgart, jilbab saya pernah ditarik oleh nenek-nenek saat saya mengantri di kasir sebuah supermarket yang lumayan besar.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Siti Hajar Angun
#Stuttgart, Germany #Pecandu Travelling #Juru masak keluarga #Pecinta bunga & tanaman
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram