fbpx

Refleksi Diri Sebagai Working Mom

March 31, 2021

Bagi wanita, khususnya saya, berkarir adalah pilihan. Semua wanita di dunia akan melalui suatu masa yakni menjadi seorang Ibu. Ibu, impian terbesarnya adalah membersamai buah hati disegala masa. Namun, apalah daya, tak semua rumah tangga kondisinya sama. Wanita pun memiliki ambisi, value, juga tujuan hidup. Semua itu yang pada akhirnya melahirkan kisah hidup yang tak sama.

Sekilas tentang ambisi

Orang bilang, saya cukup pintar. Sayang, kalau impian tak tersampaikan. Dari situlah, saya merajut mimpi dan terobsesi dengan segala ambisi. Saya terlahir dari keluarga sederhana. Bapak saya? Pagi hingga petang menggayuh sepeda tuanya menjajakan makanan. Ibu pun hanya buruh tani.

Namun, beliau berdua cukup tangguh. Cita dan cinta mereka luar biasa. Sejak kecil, Bapak selalu berucap kala malam,

"Anak wedok, sekolah nagji sing pinter. Mbesuk gede dadi guru iku wis pol apik.e" (anak perempuan, sekolah dan ngaji yang pintar. Kalau dewasa, menjadi seorang guru itu sudah luar biasa).

Ya, itulah yang terjadi pada saya. Kalimat ajaib itu mengantarkan saya ke jenjang mulia. Pendidikan adalah dunia saya. Tenaga dan pikiran untuk bangsa. Tibalah saya di suatu jenjang yang suci, menikah dengan status masih mahasisiwi. Bagaimana kabarnya bangku pendidikan? Everthing runs well. Semangat menggebu. Dua, tiga, lembaga masih menjadi tempat saya membagi ilmu.

Dilema sebagai working mom

Previous Post:

Ibu yang Bagaimana?

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Heti Mualimah
Saya adalah seorang ibu yang mencintai dunia literature
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram