Apa yang biasanya paling dicari saat berkunjung ke sebuah kota baru di Indonesia (selain sesuatu yang kita tuju)? Saya sendiri biasanya penasaran pada dua tempat, yaitu museum dan perpustakaan. Bagi saya, dua tempat ini bisa menjadi sumber pengetahuan sedikit-banyak tentang kota tersebut, apalagi kalau kita hanya punya waktu sebentar saat berkunjung. Dengan dua tempat ini, kita bisa mendapatkan sedikit-banyak bayangan budaya dan kehidupan masyarakatnya, sejarahnya, hingga seberapa perhatiannya pemerintah terhadap pelestarian budaya dan literasi, hehehe.
Dengan jumlah 38 provinsi, Indonesia tentu memiliki ribuan suku dan budaya yang menarik untuk diketahui. Rasanya, akan sangat seru jika mendapatkan kesempatan berkeliling ke tiap-tiap provinsi dan menemukan indahnya ragam budaya yang kaya (aamiin ya Allah!). Jika belum berkesempatan mengunjunginya secara langsung, ada opsi lain yang jadi salah satu favorit saya untuk berkeliling dan mengenal budaya Indonesia, yaitu melalui buku. Buku apa? Salah satunya, buku 365 Hari Keliling Nusantara!
Buku ini sebenarnya tak sengaja saya beli alias bukan masuk dalam wish list, tapi lebih tepatnya, masuk dalam budget pembelian buku diskon yang biasa diadakan secara berkala oleh Gramedia. Dalam setiap event bazar ini, saya perlu pakai beberapa trik untuk menemukan harta karun yang kadang works kadang pula tidak, yaitu siapkan budget khusus di bulan tertentu, datang di hari-hari pertama pembukaan bazar, serta datang di weekdays dan jam sepi pengunjung. Harta karun ini juga tidak punya spesifikasi khusus, yang penting: harga asli mahal tapi bisa dibeli dengan diskon besar; buku lama atau langka dengan harga miring; buku dengan tema khusus yang sedang saya cari; dan random. Wkwkw. (Bazar buku malah bikin kita impulsif, jadinya paradoks HEHE).
(selengkapnya di blog)