fbpx

Saori Penyelamat Lidah

22 December, 2021

Teman-teman ada yang kalau masak nggak pake masako or sejenisnya nggak sih? 💬

Sejak saya kecil, nenek dari ayah saya selalu mewanti-wanti ibu kalau masak jangan pakai permicinan duniawi. Entah masako, ajinomoto, atau apapun lah kawan-kawannya penyedap rasa. Rasanya? Bisa ditebak. Hambar permisaaahh hahaha 🤣.

Tapi, namanya juga bocah kalau nggak makan ya diomeli. Jadi mau nggak mau ya makan aja deh. Jadilah kami terbiasa dengan rasa hambar. Kebetulan keluarga saya juga bukan tipe yang suka beli makanan di luar. Jadi, makanan rumah masih aman dan selalu kami makan sampai habis. 😁

Sampai akhirnya dewasa ini *cailaahh, saya baru explore makanan alias beli-beli makanan di luar. Karena saya pun jadi ikutan ibu kalau masak nggak pakai penyedap rasa, lama-lama saya pun bosan dan ingin mencoba memasak seperti rasa makanan yang saya coba. Salah satunya makanan favorit saya, olahan sawi 🥬

Browsing resep sana sini dan dapatlah satu bahan yang cukup jadi penyelamat lidah. Saori saus tiram. Berkat bahan yang satu ini, apa pun makanan yang saya buat pasti terasa enak hahahaha🤣. Thanks to Saori saus tiram~ 🥰

Ada msg nya? Adalah pasti. Tapi, saya rasa nggak apa-apa deh asal secukupnya. Toh, di luar itu saya nggak sering beli jajanan atau makanan berat yang tentunya mengandung msg *pembelaan 😜

Saya pribadi peduli banget dengan makanan yang saya konsumsi. Karena sadar, saya nggak cukup banyak bergerak, at least dari segi makanan turut membantu menjaga saya tetap sehat hihi 😊

Saya ingat, semenjak pandemi karena wfh dan makin jarang gerak, saya mulai berhitung dengan makanan yang saya makan 🍛. Saya mengurangi nasi dan memperbanyak lauk. Ibu saya pun langsung bertanya, “Kamu diet mbak?”

Hal inilah yang sebenarnya masih sering disalah artikan kebanyakan orang. Diet memang diartikan sebagai pola hidup yang lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Tujuannya pun beragam. Ada yang karena ingin sehat secara harfiah karena memiliki penyakit tertentu ada pula yang bertujuan menjaga bentuk tubuh ideal 😅

Tapiiiii, diet seringkali dipandang untuk menjaga bentuk tubuh ideal. Secara fisik saja. Kalau ditanya, apakah saya diet? Ya saya bakal jawab iya. Karena memang saya ingin sehat 😁

Pernah juga nih waktu ada family gathering saudara saya menawari saya kue yang muaniiisss banget (saya lupa kue apa), lalu saya bilang tadi sudah makan kue itu. Eh malah dibilang,

“Kamu diet ta? Halah nggak usah diet-dietan kamu udah kurus. Puas-puasin aja makannya” 😮

Saya tuh justru paling nggak bisa nahan kalau sama makanan manis 🍩🤣. Semenjak saya sadar kesehatan saya pun berusaha membatasi. Apalagi saya ada keturunan diabetes. Alamak! Nggak mau dong saya usia 40 udah sakit-sakitan🥴. Kan saya masih mau hiking ntar waktu ultah ke 40 ke Gunung Rinjani haha.

Nah, semenjak saya mengurangi porsi nasi saya selama pandemi ini, alhamdulillah hasil tes darah saya selalu normal. Asam urat, gula darah, kolesterol, dll. Hihi jujur ya bangga banget lho 🥰 Saya sebenernya nggak begitu mentingin bentuk tubuh gimana, mau makan banyak atau sedikit, asal sehat sudah cukup.

Oh ya, karena saya suka banget sawi, liburan ini saya mau trial masak sawi yang uendul tanpa saori hihi ✨😜 Teman-teman ada yang punya resep andalan atau tips and trick masaknya nggak nih?

Baca Selengkapnya
Previous Post:

Barongko

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
dea merina
Blog yang berisi review buku, film, tempat wisata, dan makanan. Terkadang saya juga menulis beberapa tulisan seperti prosa, cerpen, dll. Apapun yang ingin saya bagi saya tuliskan di blog. Blog menjadi salah satu media saya bersuara dan berbagi. Menerima kerja sama juga. Terima kasih
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram