Seorang Perempuan Bernama Muy

April 24, 2021

Terkadang kita memang "harus" melihat kekurangan orang lain dulu agar bisa bersyukur. Begitupun aku.

 

Kalau aku sedang jenuh/capek/lelah menjadi seorang istri bahkan ibu. Aku biasanya akan mengirim pesan WA untuk temanku, Muy. Biasanya setelah berbagi dengannya, aku akan merasa bahwa apa yang aku rasakan belum ada apa-apanya dibandingkan dia.

 

Ia adalah ibu dengan 3 anak balita. Anak pertamanya berumur 4 tahun, anak kedua baru 2 tahun, dan anak ketiga baru berusia kurang kebih 3 bulan. MaasyaAllah. Usianya lebih muda dariku, tapi seingatku ia tidak pernah mengeluhkan capek atau jenuh dengan hidupnya itu. Ia mengurus semuanya sendirian. Tidak ada ART, hanya dibantu sang suami saja. Semua anaknya laki-laki, yang tentunya sangat aktif dan punya rasa ingin tahu yang sangat tinggi.

 

Tapi Muy tidak pernah mengeluhkan lelahnya kepadaku, temannya. Kenapa? Karena ia selaly mensyukuri apapun yang ia alami saat ini. Aku tahu pasti ia juga pernah jenuh, tapi ia tidak mengeluh.

 

Ia adalah salah satu sumber inspirasiku menjalani oeranku sebagi seorang ibu. Yang belum memiliki tiga anak sepertinya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Eni Winarti
Ibu agak muda, baru belajar fotografi dan berusaha kembali menggiatkan menulis. Yang ingin kenalan bisa kunjungi instagram aku ya @eniwinarti 🖤🖤🖤
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram