Sharing for healing [Day-2] #BPNRamadan2021

April 15, 2021

#BPNRamadan 2021 adalah kali ketiga aku mengikuti event menulis 30 hari berturut-turut. Pertama  dan kedua bukan di blog, melainkan Instagram. Karena saat itu belum punya blog. Pertama kali ikut di awal tahun 2019, harusnya bisa selesai di 30 hari pertama bulan januari. Tapi kenyataannya baru selesai di bulan Mei. Karena nulisnya selalu nunggu mood yang mendukung, sedangkan saat itu bisa dibilang lagi di titik terlemahnya aku sebagai ibu baru. Meski sekarang belum pulih sepenuhnya tapi sudah jauh lebih baik. Lalu ikut event menulis yang sama di tahun berikutnya yaitu 2020. Tapi sampai akhir tahun belum selesai juga. Otakku mentok karena dikasih tema melanjutkan cerita fiksi. Sedangkan aku kalo nulis ya isinya cuma curhat semua, non fiksi.

Sekarang mau coba ikut, karena waktu liat tema di dua hari pertama ini nampak cocok untuk dimasukkan ke blog alakadarku yang sebelumnya baru berisi dua tulisan. Semoga bisa konsisten sampe akhir bulan Ramadan ini ya nulisnya. Tapi kalo tulisannya masih ‘begini-begini’ aja mohon dimaklumi, namanya juga pemula..

Jadi, kenapa menulis di blog? Karena bosen nulis di caption Instagram haha. Bukan kok. Emang pada dasarnya aku suka menulis, suka sharing. Sejak kecil saat masih SD hobiku nulis buku harian. Dari model yang biasa, nulis di binder kertas bergambar warna warni, sampe buku harian yang bisa digembok (sounds familiar? Berarti kita seangkatan. Toss!!) haha entah ya jaman sekarang masih ada yang jual atau enggak buku diary macam itu. Sampai saat inipun masih suka nulis jurnal harian walaupun gak tiap hari. Kegiatan menulis untukku seperti menjadi salah satu cara untuk mengenal dan memahami serta mengevaluasi diri.

Agak menyesal karena baru mulai nulis blog sekarang, kenapa gak dari jaman kuliah dulu. Rasanya masa paling bahagiaku adalah saat kuliah sarjana. Aku masuk di jurusan yang hampir setiap minggu selalu jalan-jalan untuk praktikum atau kegiatan lain di luar kampus. Dari pantai sampai puncak gunung, dari pedesaan sampai tengah kota. Pasti banyak sekali cerita yang seharusnya dari dulu bisa dibagikan. Tapi better late than never, kan?

Saat ini aktivitasku sehari-hari ‘hanya’ mengurus rumah dan satu anak balita. Jadi aku ingin menambah aktivitas dengan blogging sambil menyalurkan salah satu hobiku lewat tulisan. Selain itu juga kegiatan menulis blog ini ingin kujadikan sebagai terapi. Writing for healing. Sebagai individu yang punya mental health issue, rasanya ingin sekali bisa ‘memulihkan diri’ dengan menulis. Tentunya hanya sebagai pendukung, tetap ada usaha lainnya yang dilakukan untuk sembuh, baik spiritual, medis maupun non medis. Mungkin nanti akan banyak tulisan curhat terselubung yang muncul di blog ini. That’s okay terserah aku ya LOL.

 

Bogor, 15 April 2021.

Baca Selengkapnya
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Amalia Nadhilah
Emak berdaster rumahan lulusan sarjana kehutanan yang masih bermimpi bisa bekerja di luar sektor domestik rumah tangga. Satu anak perempuan. Domisili Bogor.
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram