fbpx

[ulas buku] Catholic for a Reason IV: Scripture and the Mystery of Marriage and Family Life

6 March, 2023

Judul: Mempertanggungjawabkan Iman IV: Kitab Suci dan Misteri Perkawinan serta Kehidupan Keluarga

Judul asli: Catholic for a Reason IV: Scripture and the Mystery of Marriage and Family Life

Penulis: Scott Hahn, Kimberly Hahn, dkk.

Editor: Scott Hahn & Regis J. Flaherty

Penerjemah: Tim Dioma

Penerbit: Dioma

Cetakan: 1, Juni 2008

ISBN: 978-9-79261-396-4

Tebal: 292 hlm.

Rating: ๐ŸŒ•๐ŸŒ•๐ŸŒ•๐ŸŒ—๐ŸŒ‘

โ€œKanon Kitab Suci dimulai dan diakhiri dengan suatu perkawinan. Dalam Kitab Kejadian, puncak kisah penciptaan adalah penciptaan laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, dua insan pertama yang menjadi satu tubuh (Kej 2:23-24). Dalam Kitab Wahyu, puncak penglihatan Yohanes muncul pada akhir buku, ketika Yohanes melihat pesta di surga, yang oleh malaikat pemandunya dilukiskan sebagai โ€˜perjamuan kawin Anak Dombaโ€™ (Why 19:9)โ€”perayaan persekutuan antara Kristus dan Gereja-Nya.โ€

Scott Hahn โ€“ Dunia sebagai Suatu Perkawinan

Akhirnya, rampung juga aku membaca buku ini. Tadinya aku punya target untuk selesai dalam 1 bulan karena akan mendiskusikannya dalam sesi bimbingan rohani. Tapi, di tengah jalan rupanya aku butuh selingan, dan karena waktu itu aku sedang hamil trimester 1 (gejalaku dominan kelelahan dan kurang selera makan), jadilah aku perlu lebih santai.

Untungnya, buku ini memang tidak harus dibaca berurutan cover to cover. Buku ini sebetulnya merupakan kumpulan esai dari beberapa penulis. Tema besarnya, seperti tertulis di judul, adalah perkawinan Katolik, dan pembahasannya cukup komprehensif: mulai dari pentingnya persiapan perkawinan, peran imamat orang tua dalam rumah tangga, menyusui, hingga adopsi. Selengkapnya, bisa dilihat dari daftar isi di bawah ini:

  1. Dunia sebagai Suatu Perkawinan (Scott Hahn)
  2. Dunia Sesudah Perkawinan (Kimberly Hahn)
  3. Yesus dan Perjanjian Perkawinan (Curtis dan Stacy Mitch)
  4. Sakramen Perkawinan sebagai Panggilan (Regis dan Libbie Flaherty)
  5. Pelajaran dari Nazaret: Menghayati Teladan Keluarga Kudus (Mike dan Gwen Sullivan)
  6. Imamat Kaum Awam dalam Gereja Rumah Tangga (H. Lyman Stebbins)
  7. Jadilah Terang! (Leon dan Maureen Suprenant)
  8. Sang Mempelai: Umat Allah yang Telah Dipulihkan (Stephen dan Rachel Pimentel)
  9. Terpesona oleh Cinta: Permenungan Mengenai Ensiklik Pertama Paus Benediktus XVI (Edward dan Elizabeth Sri)
  10. Cinta Ingin Memberikan Diri: Gagasan Biblis tentang Persiapan Perkawinan (Mei-Ling dan Richard White)
  11. Keluarga Berencana Supra-Alamiah (Curtis dan Michaelann Martin)
  12. Susu dan Misteri: Menyusui dan Teologi tentang Tubuh (Terri dan Mike Aquilina)
  13. Adopsi: Kamu Sungguh Anggota Keluarga (Jeff dan Emily Cavins)
  • Lampiran 1: Liturgi Penyerahan Keluarga sebagai Gereja Mini dan Liturgi Pelantikan Ayah dan Ibu sebagai Gembala dan Wakilnya
  • Lampiran 2: Liturgi Pentakhtaan Hati Kudus dalam Keluarga

Menurutku, ragam bahasan inilah yang membuat bukunya menjadi berbeda dan layak menjadi koleksi. Aku pribadi sangat menikmati Bab 5 dan Bab 12. Topik Bab 12 tentang menyusui amat jarang didiskusikan. Pembicaraan tentang perkawinan Katolik rata-rata berhenti di KBA. Padahal, topik menyusui sangat perlu untuk didalami oleh umat Katolik khususnya, sebab kita hidup di tengah kultur yang aneh: di satu sisi begitu menjunjung panggilan menjadi ibu, namun di sisi lain gelisah melihat payudara yang sedang melakukan fungsinya sebagai sumber makanan bayi. Di Bab 12, pembaca akan memperoleh tinjauan Biblis dan teologis lengkap tentang ASI dan meng-ASI-hi, tentang betapa payudara disanjung di Kitab Suci pertama-tama sebagai organ pendukung kehidupan, bukan organ pembangkit birahi lawan jenis.

Bab 6 juga krusial bagi umat Katolik masa kini. Aku perhatikan, Gereja sudah kurang menekankan peran imamat awam di dalam rumah tangga. Fenomena yang belakangan marak adalah, imam ya imam (pastur); apabila awam laki-laki ingin menjalankan fungsi imamat maka jadilah pelayan Ekaristi tak lazim (sering disebut โ€œprodiakonโ€, istilah yang hanya ada di Indonesia). Peran imamat seharusnya dijalankan lebih banyak di dalam keluarga, terutama oleh sang suami/ayah, sebab ia memiliki otoritas rohani atas istri dan anak-anaknya. Artinya, suami/ayah bertanggung jawab menampilkan sosok Allah Bapa yang tepat: โ€œbukan tuan yang kejam, juga bukan hamba yang lembekโ€ (hlm. 119). Karena Allah berkehendak mewahyukan Diri-Nya sebagai Bapa, maka memang laki-laki yang paling cocok dengan tugas ini. Tugas yang sungguh agung namun jauh dari kata mudah. Jika ia gagal dalam perutusan ini, sekalipun istrinya sangat taat, iman Katolik anak bisa jadi menghadapi ancaman yang lebih besar di kemudian hari.

Buku Catholic for a Reason IV wajib mengisi rak-rak buku keluarga Katolik, dan baik juga menjadi salah satu rujukan dalam Kursus Persiapan Perkawinan. Terima kasih kepada Tim Dioma yang telah menerjemahkannya.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Anna Elissa
Penulis. Psikiater. Penikmat buku.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram