Warsih, Book Review

April 7, 2020

Warsih diam menerawang ke langit-langit rumah. Dilihatnya genteng-genteng yang tak bertemit. Warnanya kusam. DI sana ini terdapat lubang-lubang kecil yang kalau musim hujan airnya bisa menerobos bebas. Demikian juga dindingnya banyak yang terkelupas menampakan batu bata. Semuanya minta diperbarui. Kalau hanya mengandalkan penghasilan emak dari buruh pabrik teh, tidak mungkin cukup. Untuk makan saja susah. Belum lagi biaya sekolah dua adiknya, Warsiti dan Warsito.

(Warsih, halaman 70)

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Jihan Mawaddah
bookworm, knowledge seeker
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram