Wastafel, Tempat Terbaik Membuang Duka dan Berdialektika

July 22, 2020

Saat remaja, saya sering kali merasa kesal kepada orang tua saya karena mereka memarahi saya untuk hal-hal yang (menurut saya) sepele. Misalnya, pulang lewat jam 10 malam hanya karena saya ikut ekstrakurikuler teater, sedangkan mereka sama sekali tidak menyukainya.

Membantah amarah orang tua di masa remaja memang bak buah simalakama; kalau dilakukan jadi anak durhaka, kalau tidak dilakukan malah bikin hati merana. Iya, nggak?

Tapi, saya bisa melewatinya dengan baik berkat bak mandi. Tiap kali saya merasa kesal pada orang tua, maka saya akan langsung pergi ke kamar mandi, membenamkan wajah ke dalam bak mandi selama beberapa detik sambil melihat bagaimana bulir-bulir air yang keluar dari lubang hidung dan mulut saya berbicara, “Hei, semuanya akan baik-baik saja!”

Baca Selengkapnya
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Perempuan Sufi
Berbagai macam pekerjaan pernah dijalani, berbagai aroma kehidupan pernah dihirup, berbagai rasa pernah dicecap. Pada akhirnya, menulis sambil menikmati kopi dan fermentasi gandum menjadi jalan terakhir bagi manusia ini agar tetap waras dan humanis.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram