fbpx

WHITE PEONY AND RED TAILED FOX (PART 1)

May 29, 2021

GENRE : FANFICTION

 

1943

Di sebuah desa di utara Tiongkok, hiduplah seorang gadis muda yang cantik dengan pribadi yang sedikit tertutup. Gadis itu bernama Handong, tinggal bersama kakeknya yang bekerja sebagai seniman yang suka berjualan hasil karyanya di sudut Kota Jilin, Handong sudah lama tinggal bersama kakeknya karena orangtuanya sudah meninggal akibat terjadi perang sipil ketika dirinya masih kecil. Handong menghabiskan hidupnya untuk bekerja sebagai penjual makanan pangsit Jiaozi untuk kebutuhan hidup, ia pun juga sering berkebun di lahan perkebunan milik desanya seperti menangkap ikan, dan memetik sayuran dan buah-buahan sebagai mata pencaharian.

Suatu hari, Handong harus pergi ke perkebunan yang jauh mencari tanaman herbal untuk mengobati kakeknya yang sedang sakit, ia berjalan dengan jarak yang jauh dari rumahnya sambil membawa keranjang rotan dari pagi sampai siang. Ia menyusuri pedalaman hutan hingga sampai di sebuah kebun yang luas yang terletak di samping sungai besar yang mengalir. Kebun itu memang milik salah satu seorang saudagar kaya yang memperbolehkan masyarakat desa ini untuk kebutuhan masing-masing karena mengalami kesulitan besar akibat di tengah konflik perang. Handong segera memetik beberapa tanaman obat secukupnya untuk mengobati kakeknya yang terkena demam selama 2 hari, selesai memetik tanaman ia pun membawa hasil tanaman obat tersebut untuk pulang.

Saat ia melewati jembatan diatas sungai, tiba-tiba melihat ada sesuatu berwarna merah yang mengapung di sungai. Objek itu seperti bulu yang berwarna merah serta ada kehitaman yang mengambang di atas air, Handong penasaran dan segera menghampiri ke tepi sungai. Ternyata itu adalah seekor tubah yang terlihat sudah mati dan hanyut yang diduga berasal dari air terjun tinggi, Handong melepas alas kakinya dan turun ke sungai untuk menyelamatkan rubah tersebut. Handong membawa tubuh rubah itu dari sungai dan mencoba untuk membangunkannya agar memastikan apakah rubah itu masih hidup atau tidak, ia mencoba menekan dada rubahnya serta mengecek denyut nadinya. Bulunya sangat basah serta terdapat beberapa bintikan hitam kotor akibat terkena tanah basah, sedangkan mata rubahnya masih terpenjam dan tidak mengeluarkan nafas sedikit pun.Handong terus berusaha menyelamatkan nyawa rubahnya dan mencoba untuk mendekati hidung rubah menggunakan sebuah setangkai kecil Bunga Astragalus yang sudah dipetik dari perkebunan.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Alya Putri Herdinanti
I'm a Student Age 20 years My Hobby is Blogging,Play Game, and Listening Music Started to be a blogger since 2018
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram