fbpx

Alih-alih memberikan susu formula, air susu ibu (ASI) sangat penting untuk bayi hingga usia 6 bulan karena berguna untuk membentuk imun tubuhnya. Ada berbagai manfaat yang didapat dari menyusui sejak dini dan bisa Ibu cek di artikel 4 Dampak Melewatkan Inisiasi Menyusui Dini pada Bayi

Proses menyusui juga merupakan tantangan untuk ibu hamil, sebagaimana pentingnya memberikan ASI Eksklusif segera setelah lahir sampai bayi berusia 6 bulan. Kadang kala, Ibu mengalami kesulitan di awal menyusui karena masih beradaptasi agar lebih terbiasa dan masih mencari posisi yang tepat. Posisi menyusui bayi memengaruhi proses kelancaran pemberian ASI. Posisi yang kurang tepat dapat membuat Ibu tidak nyaman dan bayi juga enggan untuk menyusui. Yuk, kita simak lebih jauh tentang posisi menyusui!  

Tanda Bila Posisi Menyusui Salah

Salah satu alasan kegagalan dalam proses menyusui karena salah posisi pelekatan bayi ke payudara. Menyusui si kecil bisa jadi kegiatan yang melelahkan, terutama di masa awal menyusui, karena Ibu perlu bersabar melatih teknik yang tepat. Proses ini memang membutuhkan waktu, coba-coba, dan pastinya cukup membuat puting sakit. 

Posisi menyusui yang salah ternyata berdampak pada si kecil jadi malas menyusu dan lambat laun produksi ASI juga jadi berkurang. Akibatnya, berat badannya sulit bertambah, serta nutrisi yang baik dari ASI pun jadi sulit didapat. Untuk menghindari terjadinya hal ini, berikut beberapa tanda yang terjadi saat posisi pelekatan menyusui si kecil salah:

  1. Sakit di puting. Seringkali ini disebabkan saat sudut menyusui yang salah
  2. Isapan bayi sangat pendek atau hanya beberapa kali, lalu langsung tertidur
  3. Puting dan areola tidak sepenuhnya masuk ke dalam mulut bayi 
  4. Bayi menggeliat dan terus bergerak saat menyusu
  5. Ujung puting payudara Ibu tampak meruncing dan lecet setelah selesai menyusu

Pengalaman tidak nyaman saat menyusu seringkali terjadi saat puting Ibu lecet. Ternyata, kondisi ini disebabkan si kecil ‘mengunyah’ puting Ibu, padahal sebaiknya ia hanya ‘melekatkan’ (gumming) mulutnya dan mengisap ASI. Hal ini dapat terjadi ketika posisi menyusui yang salah. 

Baca juga 5 Manfaat Pijat Hamil

Posisi Menyusui Bayi yang Tepat 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Cross-cradle hold

Posisi ini cocok untuk Ibu yang baru memulai menyusui. Mulailah dengan posisikan diri duduk tegak yang nyaman. Gendong bayi dengan menggunakan tangan yang berlawanan dengan sisi payudara dimana ia akan menyusu. Jika bayi disusui payudara kanan, gunakan tangan kiri untuk menopang tubuhnya. Usahakan gendong bayi di depan tubuh dengan punggung dan lehernya sejajar. Topang bagian bawah tubuhnya dengan siku yang tertekuk. Metode ini untuk memudahkan Ibu melihat dan mengontrol pelekatan puting yang dihisap bayi. Saat pertama melakukan cara ini mungkin terasa sulit, tapi lama-lama akan merasa mudah karena Ibu dapat memerhatikan secara langsung isapan bayi

  • Cradle Hold 

Cradle hold merupakan posisi menyusui yang benar dan sering dilakukan ibu menyusui lainnya. Pada posisi ini, caranya hampir sama dengan cross-cradle hold, bedanya jika bayi disusui payudara kanan, kepala bayi dan tangan Ibu yang menopang tubuhnya juga dari sisi kanan. Ibu bisa menggunakan bantal menyusui atau alas empuk lainnya untuk meringankan beban tangan saat menopang bayi. 

  • Football hold

Posisi menyusui ini bisa jadi pilihan terbaik untuk Ibu yang sedang dalam masa pemulihan setelah operasi sesar (c-section) atau memiliki ukuran payudara yang besar. Posisi ini dilakukan dengan cara salah satu siku tangan Ibu ditekuk untuk menyokong punggung bayi di lengan Ibu dan telapak tangan memegang kepala bayi. Lalu, arahkan kepalanya menghadap ke payudara Ibu. Telapak tangan Ibu yang lain membentuk huruf C dan genggam payudara sambil diarahkan ke bayi. Metode ini bisa dengan nyaman Ibu lakukan dengan menempatkan bantal di paha dan gunakan kursi yang lengannya cukup rendah dan lebar. 

  • Berbaring menyamping (side-lying hold)

Posisi menyusui yang ini bisa Ibu lakukan ketika sedang beristirahat, tapi usahakan tetap menaruh si kecil ke tempat tidur aslinya. Ibu cukup tidur menyamping dengan mengarahkan payudara ke arah si kecil, bantu dia dengan tangan Ibu. Tangan yang lain memegang pegang payudara dan arahkan puting ke mulut bayi. Ketika bayi sudah mulai menyusu, biarkan satu tangan menopang kepala Ibu dan tangan lainnya menjaga si kecil tetap tidur berdekatan dengan Ibu.

  • Bayi duduk (sitting baby)

Posisi menyusui ini sama persis dilakukan saat bayi sedang duduk sehingga Ibu tidak perlu menopang tubuhnya. Cara ini bisa dilakukan saat bayi sudah mulai belajar dan cukup mampu untuk duduk sendiri. Untuk melakukannya Ibu perlu mendudukan bayi menghadap ke tubuh Ibu, tapi kalau bayi sudah mahir duduk sendiri bisa dibantu dengan bersandar pada tangan Ibu yang melingkari tubuhnya. Lalu, pastikan leher dan punggung bayi lurus sejajar, serta hidung tidak tertekan sehingga dapat bernapas dengan lancar.

  • Bersandar (laid-back breastfeeding)

Posisi menyusui bayi ini yang paling natural ketika menyusui pertama kali. Beberapa Ibu mungkin merasa posisi ini paling nyaman dan dirasa lebih santai. Ibu cukup menyandarkan punggung pada bantal yang menempel di dinding, headboard (kepala kasur), atau sandaran kursi. Lalu, posisikan perut bayi di bawah dada dan kepalanya sejajar dengan dada, pastikan hidung bayi tidak tertekan dan lehernya tidak menekuk. Biasanya, bayi akan menemukan sendiri puting payudara Ibu, tapi tidak ada salahnya jika Ibu membantu mengarahkan puting payudara ke mulutnya.

  • Football hold untuk anak kembar 

Posisi menyusui ini untuk Ibu yang memiliki anak kembar dan ingin menyusuinya secara bersamaan. Ibu perlu menggenggam bayi di masing-masing sisi dengan lengan agak ditekuk dan punggung bayi berada di lengan bawah. Agar lebih nyaman, Ibu bisa menggunakan kursi yang lengannya agak lebar dan rendah, lalu meletakkan bantal di paha sebagai bantuan untuk menyangga tubuh bayi. 

 

Tanda Bila Posisi Menyusui Sudah Tepat

Bayi sangat jujur terhadap perasaannya. Mereka menunjukkannya dengan bahasa gerak-gerik tubuh. Sebagai Ibu, yang sudah dianggap memiliki ikatan perasaan dengan si kecil, memperhatikan gerakan tubuhnya dapat membuat kita memahami hal yang diinginkan atau yang tidak. Oleh karena itu, untuk membantu Ibu memahami, berikut beberapa tanda bila posisi menyusui sudah tepat: 

  1. Bayi mengisap dengan nyaman dan puting tidak terasa sakit. Bagian dada dan perut bayi menempel pada tubuh Ibu sehingga terlihat kepala bayi tidak miring ke samping 
  2. Ujung hidung dan dada bayi menyentuh payudara Ibu, tapi tetap nyaman bernapas
  3. Mulut bayi terbuka lebar di sekitar puting dan areola Ibu, bukan hanya di area putingnya saja. Bibir bayi monyong seperti ikan dan lidah berada di bawah payudara
  4. Ibu dapat mendengar suara dan melihat si kecil menelan ASI. Ibu juga akan melihat telinganya akan bergerak sedikit
  5. Saat pelekatan sudah tepat dan membuat bayi nyaman, pola menghisapnya akan pendek sebelum mengisap lebih lambat dan dalam 2-3 isapan-telan-napas secara berirama

Bila ada kesulitan, Ibu bisa juga bertanya mengenai pengalaman orang terdekat, instruktur di tempat pelatihan menyusui, atau terlebih lagi kepada tenaga kesehatan. Semoga Ibu bisa mencobanya di rumah yaa! Jangan lupa juga untuk minum vitamin dan pastikan Ibu tetap terhidrasi dan nutrisi kesehatan terpenuhi karena dapat mempengaruhi kualitas ASI juga!

Coba baca juga 6 Manfaat Pijat Payudara

Referensi

Baca Selengkapnya
Previous Post:

Menakutkan!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
chaterine rahel
Wanita yang masih terus mencari arti kehidupan. Peduli kesehatan dan lingkungan
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram