Aku baru saja bangun tidur siang. Ternyata sudah cukup lama semenjak ayah mampir ke mimpiku, bikin aku terbangun dengan emosi yang cukup bergolak.
Kian hari, semakin tak ada waktu aku tak memikirkannya. Aku tahu betul dan persis apa yang akan dikatakannya saat aku melewati jalan dengan medan yang rusak, nonton reality show duel masak, makan steak, tom yum, sushi, atau saluran TV apa yang akan diputarnya saat menginap di hotel.
Aku tahu ayahku sudah gak ada, tapi entah, aku masih ingin melihat sosoknya di antara keramaian. Di antara orang-orang yang tak aku kenali wajahnya. Berharap betul sosoknya mengamatiku dari jauh.