fbpx

ANEMIA DEFISIENSI BESI HIDUP DENGAN MENGANCAM SISTEM KEKEBALAN TUBUH

Untuk memiliki hidup yang sehat adalah impian semua orang, termasuk saya. Beberapa orang akan melakukan berbagai cara agar impian tersebut bisa dicapai. Namun untuk mencapai hal tersebut, kadang-kadang saya sebagai orang dewasa sudah terlanjur basah kuyup melahap semua jenis makanan tanpa mengetahui kandungan makanan tersebut. Hasilnya, sebagai orang dewasa, saya sering mengeluh karena rasa nyeri di kepala dan belakang leher.

Sampai saya memilih jalan mendiagnosa diri sendiri melalui laman pencarian di Google. Walaupun self diagnosa itu baik, tetapi alangkah baiknya kita segera memeriksa ke ahlinya.

Bersamaan dengan mendiagnosa diri sendiri di laman google, saya melihat video dari akun youtube nutri untuk bangsa tengah memberikan webinar gratis tentang kesehatan lintas generasi yang dijelaskan oleh dua narasumber terbaik, Dr.dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK dan Arif Mujahidin.

Kenapa saya memilih untuk melihat webinar tentang anemia? 

Jumlah penderita anemia di Indonesia terdiri dari 26,4 persen anak-anak, 12,4 persen laki-laki usia 13-18 tahun, 16,6 persen laki-laki di atas 15 tahun, 22,7 persen perempuan usia 13-18 tahun, 22,7 persen wanita usia 15-49 tahun, dan 37,1 persen ibu hamil.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013

Oleh karena itu, saya mengikuti webinar dari Danone ini agar saya lebih peka terhadap kesehatan saya. Maka di bawah ini ada runtutan penjelasan yang saya tangkap dari webinar di akun youtube nutrisi untuk bangsa.

Anemia adalah gejala kekuarangan darah. Itulah garis besar yang dimengerti oleh masyarakat pada umumnya, termasuk saya. Memahami anemia tidak hanya sampai di pengertian saja, lebih baiknya kita memahami bagaimana gejalanya, faktor yang melandasi dan cara mengatasinya.

Anemia adalah suatu kondisi rendahnya kadar HB dibandingkan dengan kadar normal, yang menunjukkan kurangnya sel darah merah yang bersirkulasi.

Sumber Webinar Oleh Dr.dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK

Gejala anemia bukan hanya bersifat sementara, justru memiliki jangka waktu yang panjang. Tidak menutup kemungkinan, anemia juga mampu mewariskan ke anak-anak kita nanti. Sedangkan bila kita membiarkan penanganan anemia, dampaknya bisa merembet ke komplikasi juga loh.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
ARES REVA
Hi, aku ares reva. kamu bisa mengunjungi saya di ceritaaresreva.com atau instagram dan twitter saya aresreva.
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram