fbpx

Bahagia adalah tanggungjawab diri sendiri

June 16, 2021

Sebagai perempuan, sering terbersit dalam diri saya bahwa ketika menikah besok, saya ingin pasangan saya membahagiakan saya. Tapi, pasangan--yang kemudian menjadi suami--saya \\\"menolak\\\" permintaan itu. Menurutnya, bahagia adalah tanggungjawab diri sendiri.

Saya masih ingat bagaimana saya merasa marah dan emosi ketika mendengar "penolakan" tersebut. Tapi setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya saya mengerti apa yang dimaksud.

There is no such thing like "you are the source of my happiness". 

Kenapa? Karena ketika orang tersebut--orang yang membahagiakan--kemudian pergi, bagaimana nasib kebahagiaan kita? Hilang juga? Apakah kemudian kita jadi tidak bisa bahagia?

Lalu bagaimana dengan frasa "membahagiakan orang lain"? Apakah benar begitu adanya atau..?

Baca Selengkapnya
Previous Post:

Warna Apa Kertas Suratmu?

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Indy Rinastiti
Kalau anda tertarik dengan Jepang dan sekelumit kehidupannya, termasuk kehidupan mahasiswa S3 dari Indonesia di Jepang, silahkan mampir ke blog saya. Mulai dari travel, sesi curcol, tips and trick, semuanya ada di disini.
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram