Sustainable fashion yang berawal dari fashion niche telah berkembang dengan cepat mengikuti kesadaran akan krisis iklim dan kebutuhan akan produk ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Menurut thevou.com, sustainable fashion adalah istilah inklusif yang menggambarkan produk, proses, aktifitas, dan pelaku (pembuat kebijakan, merek, konsumen) yang bertujuan untuk mencapai industri mode bebas karbon, yang dibangun di atas kesetaraan, keadilan sosial, kesejahteraan hewan, dan integritas ekologis.
Secara global, ada satu truk sampah limbah tekstil yang dibuang ke tempat pembuangan akhir atau dibakar setiap detik. Pemborosan dalam jumlah besar ini dibuat oleh perusahaan fast fashion yang meluncurkan tren mode mingguan dengan produk harga murah dan berkualitas buruk.
Sebagai perbandingan, merek berkelanjutan fokus pada produk pakaian berkualitas dari bahan tahan lama dan tidak mengikuti tren fast fashion.
BACA JUGA: Kontribusi Industri Fashion Terhadap Perubahan Iklim
Fast fashion memiliki jejak karbon sangat besar yang dihasilkan dari pembuatan material, manufaktur, transportasi, bahkan limbah tekstil yang membusuk di tempat pembuangan sampah. Sebagian besar pakaian fast fashion terbuat dari bahan berbasis minyak bumi dan bahan baku sintetis seperti akrilik, nilon, dan poliester yang proses produksi dan pembuangannya memerlukan sejumlah besar energi.
Di sisi lain, sustainable fashion menggunakan kain biodegradable dari bahan alami atau daur ulang. Bahan-bahan ini membutuhkan sedikit atau tanpa perawatan kimia, lebih sedikit energi, lebih sedikit air, dan tidak ada pestisida atau pupuk non-organik untuk tumbuh.