fbpx

Budaya Pengenyahan

16 January, 2022

Menjadi pengguna media sosial yang cukup aktif bikin aku melek terhadap isu yang lagi gemar diangkat warganet. Walau gak semua isu aku ikuti—karena beberapa terlalu pelik dan menimbulkan adu kicau. Lebih baik jauh-jauh dari hal seperti itu, cuma bikin capek hati. Membatasi diri atau gak main medsos mungkin lebih bagus, justru—pasti ada satu dua isu yang diiringi budaya pengenyahan.

Hematku, budaya pengenyahan ini adalah salah satu cara modern untuk mengucilkan seseorang (biasanya publik figur) karena perilaku atau pendapatnya yang dianggap fatal dan kontroversial bagi khalayak. Gak jarang, budaya ini bisa dengan cepat melenyapkan karier seseorang.

Lantas, apakah budaya pengenyahan ini sesuatu yang positif atau negatif?

Baca Selengkapnya
Next Post:

Hello, 2022

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Sasyalia S.
Sasyalia—26 tahun kini. Memiliki blog yang ditulisnya di pertengahan tahun 2021 ketika PPKM diberlakukan, di mana ini akan menjadi salah satu medium untuk menyalurkan apa yang dirasakannya sehari-hari. Lulus pada 2014 dari program Bahasa dan Sastra Inggris tidak membuatnya rajin membaca karya sastra. Namun, kesenangannya akan menulis mungkin akan dilakukannya melalui blognya dari sudut pandang orang pertama. Semoga bermanfaat (◦'⌣'◦)
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram