fbpx

Cara Mencari Referensi Musik Baru Supaya Tidak Bosan dan Menolak Tua

11 September, 2021

Pernah nggak lihat playlist sendiri dan merasa kok ya tidak berkembang dan itu-itu aja? Iseng nge-check tahun rilis lagu kesukaan terus baru sadar keluarnya belasan tahun lalu. Setelah itu, sekonyong-konyong teringat koyo yang disematkan di pinggang.

Sepertinya ini banyak terjadi kepada orang dewasa atau muda dewasa usia 25 ke atas, walaupun tidak semua seperti itu.

Jangan sedih wahai sahabat, ternyata memang ada penelitian mengenai fenomena ini. Katanya, usia remaja itu masanya kita menyerap banyak musik, sebab umur segitu memang kita mulai mengeksplor banyak hal, membentuk jati diri kita. Rentang usia paling aktif adalah 11 hingga 14 tahun. Begitu memasuki usia 20-an, sedikit demi sedikit kita mulai meninggalkan musik lantaran fokus dalam hidup berubah dan semakin realistis (kuliah, kerja, menikah, dan lainnya). Nah, ketika bertambah tua, kita semakin bisa memilah mana hal penting dan mana yang tidak. Begitu pula dengan musik, yang bertahan adalah yang punya andil cukup signifikan di dalam perjalanan hidup. Istilahnya menjadi unpretentious dan masa bodo mau terlihat keren apa nggak, yang penting gue suka.

Tapi pasti ada momen dimana kok jenuh dan butuh asupan referensi baru. Berikut adalah beberapa cara agar khasanah musikmu menjadi lebih luas, yah itung-itung buat nemenin nugas atau kerja dan pamer di Instastory.

Melalui Platform Streaming

Kalau dari platform streaming, bisa dilihat berdasarkan genre, negara, bahkan suasana dan mood. Misalnya di playlist khusus berjudul Musik Baru Indonesia, Rock & Alternative, K-Pop, Dengarkan Saat Sembelit, sampai Musik Warnet (halo The Reason-nya Hoobastank). Jadi kita dapat menemukan lagu-lagu baru tanpa menyimpang terlalu jauh dari selera kita.

Radio

Jika ingin merambah di luar genre dari yang biasa kita dengarkan, radio masih merupakan tempat tepat karena semuanya ada di sini. Plus, kita nggak punya kontrol akan playlist jadinya lebih terasa elemen kejutannya. Biasanya kalau lewat radio FM sekarang yang sering diputar adalah lagu-lagu Billboard Top 40. Berbeda dari radio online yang lebih segmented, kayak RURU Radio asal Indonesia atau Radio X dari Inggris.

Website atau Majalah Musik

Situs web atau majalah musik (baik cetak maupun digital) sampai sekarang juga masih relevan kok untuk menemukan musik baru. Contohnya Pop Hari Ini. Kalau ingin lebih internasyenel bisa telusuri Pitchfork atau Alternative Press. Youtube juga termasuk situs web dengan katalog cukup lengkap soal musik, terkadang malah banyak lagu yang nggak ada di platform streaming dan cuma bisa ditemukan di sana (yah walaupun nggak resmi sih). Kalau dari saya sendiri merekomendasikan kanal Youtube-nya Amoeba Records, yaitu sebuah toko musik legendaris di Amerika Serikat gara-gara sering mengundang musisi dan nyuruh mereka nyari album atau sejenisnya dan nanti diwawancara seputar pilihan mereka.

Sosial Media Penggiat Musik

Penggiat musik itu banyak, ada musisi, jurnalis/penulis, staf, label rekaman, music director, hingga fotografer.

Di luar sosial media band-nya sendiri, coba ikuti personelnya. Karena biasanya mereka suka post lagu-lagu yang menginspirasi atau memengaruhi sound atau selera musik mereka (baik baru atau lama). Selain musisi, boleh juga follow orang-orang yang berkecimpung di dunia musik seperti Hasief Ardiansyah, Idhar Resmadi, atau Nuran Wibisono. Untuk label rekaman silahkan main-main ke demajors dan Elevation Records dari Indonesia atau Run For Cover Records dan Pure Noise Records dari negara Paman Sam.

Dari Orang-Orang Sekitar

Bisa minta bikinin playlist atau rekomendasi musik, karena pasti setiap orang seleranya beda-beda. Baik itu dari sahabat, temen kuliah, temen kerja, sepupu, om dan tante, adik, atau supir angkot. Semuanya tergantung seberapa luas pergaulanmu.

Kesimpulannya, zaman sekarang memang jauh lebih mudah untuk mengakses musik karena dapat disesuaikan dengan kegemaran kita. Dulu, akibat terbatasnya sumber, paling mudah ya dari televisi dan radio. Saat lagi cekak dan daya beli album rendah, saya biasa beli kaset kosong terus rekam lagu dari radio. Hal yang paling mengesalkan adalah ketika penyiarnya nggak ngasih tau siapa penyanyi dan judul lagunya, kadang bertahun-tahun kemudian baru ketahuan. Ini bukan mau ngebandingin dulu dan sekarang ya, cuma lagi nostalgia aja. Karena setiap zaman itu ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Pokoknya, bagaimanapun cara yang dipilih, selamat berburu musik baru!

 

Sumber Gambar:

New Music

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Nuansa Deanabila
Sering masuk angin.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram