fbpx

Catatan 2021: Fokus dengan Diri Sendiri (1)

13 December, 2021

Mendekati akhir tahun, biasanya banyak banget orang-orang yang mengunggah achievement mereka di media sosial. Lalu, bagaimana dengan kita sendiri? Achievement apa yang sudah kita raih?

Pertanyaan kayak gini tuh seringkali bikin down seseorang karena merasa belum sanggup meraih sesuatu yang besar. Terlebih lagi keadaan pandemi yang membatasi banyak hal. Katanya, kalau sudah ada niat pasti apa pun penghalangnya bisa dilalui begitu saja. Termasuk keadaan pandemi. Ah, tapi saya rasa itu nggak berlaku untuk semua orang.

Setiap orang punya kapasitas yang berbeda. Jadi, saya rasa nggak masalah kalau kita masih belum bisa archive sesuatu. Bukan berarti kita nggak berkembang juga kok. Mungkin, ada beberapa perubahan dalam diri kita yang jadi lebih baik. Bukannya itu juga perlu diapresiasi?

Satu tahun belakangan ini, saya banyak mengalami ups and down, yang lebih banyak down nya rasanya hehe. Sumbernya juga dari berbagai hal. Usia yang semakin bertambah, lingkungan pertemanan yang semakin menyempit, karir yang masih jauh dari impian, dan banyak banget yang lainnya.

Dulu beberapa kali saya merasa terlarut dalam semua pikiran negatif saya. Asli itu sangat nggak mengenakan karena berujung saya gloomy seharian dan nggak ada yang saya kerjakan. Hingga saya sempat marah menyalahkan keadaan karena merasa nggak adil. Banyak kata ‘seandainya….’ yang muncul untuk mencari pembenaran.

Hingga suatu hari saya sadar, saya bisa memilih untuk tetap melanjutkan hidup daripada terkurung dalam lubang penyesalah. Sejak saat itulah saya berusaha menjalani hidup dengan lebih baik.

Saya memutuskan untuk fokus dengan diri sendiri. Saya nggak mau melihat kehidupan orang lain yang bisa membuat saya membandingkan diri. Saya mengurangi meratapi nasib dengan melamun dan mengasihani diri. Bertanya, sampai kapan saya bakal begini terus?

Yang saya lakukan adalah saya mengurangi jam bermain media sosial. Hanya membuka dan mengunggah sesuatu yang membuat saya senang atau kalau ada pekerjaan. Setelahnya, saya langsung tutup. Terkadang kalau butuh hiburan, mantengin kelakuan kocaknya si Jin oppa, baru saya buka Instagram (btw, saya seneng banget BTS punya akun personal hihihi).

Mungkin pada akhirnya beberapa teman berpikir saya aktif di Instagram, padahal hanya kalau perlu doang. Saya jarang banget scroll timeline. Kecuali, kebetulan muncul di postingan satu atau dua teratas timeline saya kemudian saya keluar dari aplikasi mengerjakan hal lain.

Sejak pandami, juga banyak banget unggahan yang berisi ‘mem-puk puk’ diri. ‘Meng-gpp-kan’ semuanya yang telah terjadi. Saya rasa hal itu baik, tapi saya juga menjaga diri agar nggak terlalu larut di-puk puk sampai tidur alias nggak sadar diri.

Baca Selengkapnya
Previous Post:

Pergi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
dea merina
Blog yang berisi review buku, film, tempat wisata, dan makanan. Terkadang saya juga menulis beberapa tulisan seperti prosa, cerpen, dll. Apapun yang ingin saya bagi saya tuliskan di blog. Blog menjadi salah satu media saya bersuara dan berbagi. Menerima kerja sama juga. Terima kasih
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram