Gurun pasir tak sepenuhnya dialahkan, dan cadar selalu kembali seperti kabut. Manusia bisa tersesat, tapi sejarah menunjukkan bahwa iman tak pernah jera justru ketika Tuhan tak jadi bagian benda-benda yang terang.
Saya percaya iman adalah soal menemukan jawaban yang benar. Semakin rapi jawaban itu, semakin tenang rasanya. Tuhan pun pelan-pelan menjadi sesuatu yang bisa dijelaskan—dengan bahasa yang tepat, dengan istilah yang sudah disepakati—sehingga kedekatan dengan Sang Pencipta terasa seperti sesuatu yang dapat dipastikan. Namun ketika membaca Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai karya Goenawan Mohamad, ketertiban itu retak, dan menyisakan sebuah celah kecil yang diam-diam menuntut untuk direnungi..