fbpx

IKN Tak Terbendung, Rakyat Makin Buntung

16 October, 2022

Oleh: Nurul Rabiatul Adawiyah

Kalau kita mau melihat lebih jauh, ummat Islam saat ini tengah mengalami kemunduran di segala bidang. Baik bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, tekhnologi, militer dan sebagainya. Ummat saat ini tengah mengalami ketertindasan, ummat saat ini tanpa disadari sedang terjajah, ummat saat ini menjadi ajang perebutan serigala-serigala ganas. Tanpa disadari pula bahwa ummat Islam sekarang ini sudah dibelit dengan berbagai problem dalam semua aspek kehidupan.

Seperti saat ini ambisi pemerintah  dalam menjalankan megaproyek IKN tampaknya makin tak terbendung. Di tengah derasnya kritik dari berbagai pihak, nyatanya tak menyurutkan ambisi pemerintah tersebut. Pemerintah bahkan menyiapkan iming-iming insentif dan menyiapkan regulasi demi menjaring para investor. Tepatkah langkah pemerintah ini di tengah situasi negeri yang terancam resesi?

Saat ini pemerintah tengah membentuk badan usaha milik otorita di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menangani aspek pengusahaan di ibu kota baru kelak.

Kepala Badan Otoritan IKN Bambang Susantono mengatakan, pembentukan badan usaha milik otorita diputuskan setelah Otorita IKN melakukan sosialisasi tentang peluang investasi bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

"Kami menerima banyak masukan, salah satu diantaranya adalah bagaimana kelincahan atau agility dari Otorita IKN ini dapat diwujudkan kalau kita memiliki satu badan usaha milik otorita yang nanti akan menangani aspek-aspek pengusahaan," kata Bambang. Dikutip (Kompas.com selasa 04/10/22)

Selain dari itu pemerintah juga tengah menyiapkan tiga hal untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara yang layak huni. Salah satunya yakni dengan menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait insentif bagi pelaku usaha dan investor yang akan melakukan usahanya di IKN.

Bambang mengatakan, ada beberapa insentif yakni fiskal dan non fiskal yang dirancang bersama kementerian terkait untuk menarik para investor. Hal ini disampaikan Bambang usai rapat bersama dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Dikutip (Republika.co.id Selasa 04/10/22)

Dua hal lainnya yang dibahas oleh Otorita IKN dan pemerintah yakni terkait dengan pembentukan Badan Usaha Otorita IKN dan sosialisasi maupun market sounding kepada calon investor di IKN Nusantara.

Sementara itu,  Presiden Joko Widodo pun (Jokowi) akan memimpin langsung market sounding atau jajak pasar kepada calon investor potensial di IKN Nusantara.

"Mudah-mudahan pada pertengahan Oktober ini kita akan melakukan itu dengan mengundang para potential investor dan melakukan dialog dalam satu forum yang dikira ditunggu oleh berbagai pihak untuk mengetahui seberapa jauh kita sudah persiapkan," ungkapnya. Dikutip (Bisnis.com, selasa 04/10/22)

Sangat tampak yah bahwa ambisi pemerintah dalam menjalankan megaproyek IKN ini nampaknya tidaklah main-main. Sebuah ambisi yang tidak memperhatikan kondisi rakyat. Ditengah kondisi ekonomi rakyat makin krisis, bahan pokok juga pada naik, penanggulangan terhadap banjir juga kurang diperhatikan. Akibatnya kondisi rakyat saat ini bener-bener makin menderita.

Bila seandainya pemerintah sedikit memiliki rasa empati terhadap kesulitan yang sedang menimpa rakyat saat ini sudah pastinya pemerintah tidak akan ragu menunda megaproyek ini. Tapi demi menggeruk pundi-pundi materi rakyat  seolah dilupakan. Rakyat hanya dibutuhkan saat menjelang kempanye saja, setelahnya dilupakan lagi. Akibatnya Kondisi rakyat  semakin buntung  seolah tak terlihat oleh mereka.

Kalau pemerintah juga mau membuka mata, dana yang begitu besar untuk sebuah megaproyek IKN ini dapat dialokasi untuk menuntaskan berbagai persoalan yang  menyulitkan hidup rakyat. Lihatlah, rakyat butuh harga BBM dan listrik yang murah, pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan murah, kebutuhan pangan yang terbaik, mudah, dan murah didapat.

Tapi nyatanya mereka justru membentang karpet merah untuk menyambut para investor. Sungguh miris empati penguasa sekarang ini. Kalau kita mau melihat tidak ada sama sekali keuntungan yang bisa di dapatkan oleh rakyat atas megaproyek ini, yang ada akan semakin membuat negeri ini makin terpuruk. Dengan adanya megaproyek IKN ini tentunya akan membuat APBN negara makin merangkak, hutang negara semakin meningkat. Padahal hutang negara sampai saat ini pun belum mampu di bayar. Jadi lagi dan lagi rakyat yang menjadi korban dari kebijakan penguasa.

Beginilah wajah sistem pemerintahan ala kapitalisme demokrasi, sebuah sistem pemerintah yang cacat dan rusak. Kalau sudah cacat dan rusak secara otomatis akan melahirkan sistem aturan yang menyengsarakan rakyat. Tetapi bagi sebagian orang yang masih menutup mata terhadap sistem kapitalisme demokrasi ini, mereka menganggap bahwa sistem ini yang paling the best, sistem politik yang paling hebat. Seolah tidak ada yang bisa mengalahkan sistem ini.

Makanya masih banyak orang dan sebagian umat muslim membela habis-habisan setiap kebijakan penguasa yang bertentangan dengan syara'. Padahal nyatanya mereka ini tengah menahan penderitaan singgah di sistem bobrok ini.

Sudah berapa kali ganti pemimpin dengan sebuah sistem pemerintahan yang sama? Sudah adakah yang melahirkan seorang pemimpin yang amanah dalam mengurus rakyat di sistem kapitalis demokrasi??

Banyak orang yang mampu menjadi pemimpin, tetapi sedikit yang mampu menjadi negarawan sejati. Ya, itulah wajah-wajah pemimpin negeri ini. Negeri para kaum kapital yang selalu melahirkan  pemimpin memiliki ambisi pribadi dan pundi-pundi materi.

Tidak heran, jika hilang empati terhadap rakyat, lupa menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas. Padahal mereka adalah pelayan rakyat yang wajib memenuhi dan menuntaskan berbagai persoalan yang menyulitkan rakyat. Alhasil, rakyat pun merindukan pemimpin sekaligus negarawan sejati.

Padahal yah kalau mereka mau sedikit  mendengarkan, sedikit mau menerima, sedikit mau belajar. Bahwa Islam itu memiliki sistem pemerintah yang sangat hebat dari pada sistem kapitalisme.

Dalam sistem pemerintah Islam memiliki empat pilar utama. Pertama kedaulatan itu ada ditangan syara'. Maknanya bahwa sumber aturan dan hukum bersumber dari Allah SWT, yaitu melalui Al-qur'an dan sunnah Rasulnya. Dasyat bukan?.

Mengapa dasyat? Kita telah memiliki Allah sebagai dzat yang menciptakan manusia dan seluruh alam ini. Allah juga lah yang paling tau yang terbaik untuk ciptaaanya. Jika sumber hukum itu berasal dari Allah yakinlah bahwa Allah tidak memiliki kepentingan sama sekali terhadap makhluqnya. Makhluqnya lah yang membutuhkannya.

Kedua, kekuasaan itu ada ditangan ummat. Jadi rakyat punya wewenang untuk menjadi penguasa namun setiap kebijakan yang dibuat oleh penguasa hendaknya mengikuti pedomannya Al-qur'an dan sunnah rasulnya. Mengutamakan kebutuhan rakyat dari pada materi.

Kemudian ketiga kepemimpinan dalam Islam adalah tunggal, dia la yang memimpin
Tidak ada istilah wakil pemimpin/presiden.
Kemmpat, pemimpin pula lah yang menetapkan tabanny(hukum). Dia yang melaksanakan dia pula lah yang menjadi penegak hukumnya. Penegakan hukum tidak boleh melenceng dari syariat Islam.

Sosok pemimpin dalam islam sekaligus negarawan sejati adalah sosok yang sangat sadar dan paham bahwa rakyat merupakan amanah yang harus dijaga. Sebuah amanah yang berkonsekuensi berat, yakni surga atau neraka. Sebab, mereka akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT kelak terhadap apa yang ia pimpin.

Rasulullah Saw. bersabda, “Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka, dan ia bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka.” (HR. Abu Dawud).

Kehidupan sistem politik Islam yang ideal, adalah seorang pemimpin yang harus tau seluruh syariat Islam, dalam kehidupan politik Islam pula rakyat juga harus paham syariat Islam yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Sehingga bila suatu waktu seorang pemimpin melenceng atau mengabaikan kepentingan rakyat. Rakyat dituntut untuk mengkoreksi kesalahannya, jika pemimpin tidak patuh dan taat terhadap syariat, mengabaikan hak rakyat, setiap kebijakan merugikan rakyat maka ia harus dilengserkan

 Wallahu’alam bissawab.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Nurul Rabiatul Adawiyah
blog yang berisi review buku dan vidio, tujuannya hanya untuk dakwah, ngesharing ilmu islam dan motivasi. apapun yang ingin saya tulis akan saya bagikan diblog ini, dan insyaaAllah setiap tulisan baru linknya akan saya bagi untuk temen-temen semua. blog menjadi salah satu media saya untuk bersuara dan berbagi. terimakasih
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram