fbpx

Menulis Untuk Diri

13 April, 2021

Semua hal bermula dari diri kita sendiri. Kita bisa belajar dari hal-hal kecil dari sekitar kita. Dengannya kita mulai memahami makna dari keberadaan kita. Ceritaku berawal dari sebuah nama. “Sumpenowati”, Bapakku bilang artinya mimpi. Sepanjang perjalanan hidup yang aku jalani berulangkali aku menanyakan mimpi apa yang ingin kucapai. Sedari kecil hingga sebesar ini selalu berganti-ganti. Hingga saat inipun aku belum yakin profesi apa yang akan aku tekuni di masa depan. Saat ini aku masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi di kota kecilku. Aku belum tahu selepas kuliah nanti apa yang harus kulakukan, tapi satu hal yang pasti aku sangat menyukai dunia tulis menulis.

Memulai perkenalan sedari SMA, mengikuti LKTI tingkat regional yang guruku sarankan. Kemudian dalam perjalanan pengenalan dan pencarian jati diri aku menemukan puisi sebagai wadah mengungkapkan ekspresi dan perasaan. Di tengah sibuknya masa putih abu-abu, sambil mempersiapkan diri untuk ujian universitas, aku menemukan novel & cerita fiksi sebagai bacaan yang menyenangkan dan memotivasi. Saat itu aku membaca Trilogi karya A.Fuadi, dari “Negeri 5 Menara”, “Ranah 3 Warna”, dan “Rantau 1 Muara”.Selain itu juga membaca karya-karya Pak Cik Andrea Hirata yang mendunia Tetralogi “Laskar Pelangi”, Novel yang penuh dengan petuah kehidupan karya Tereliye, Ayat-ayat cintanya Habiburrahman El-Shirazy dan beberapa penulis lainnya. Saat itu aku sangat suka membaca novel, aku menghabiskan waktu istirahat di sekolah dengan membaca di perpustakaan.Namun hingga saat itu aku belum tahu apa mimpiku.

Seiring berjalannya waktu, melihat teman sebangkuku menemukan mimpinya, akupun demikian. Jika temanku menekuni puisi sebagai impiannya, aku mulai memiliki gambaran mengenai apa yang ingin kulakukan. Impianku adalah ingin menekuni dunia tulis menulis. Meskipun aku belum tahu jenis tulisan apa yang ingin aku tekuni. Kupikir ketika aku sudah berkuliah, akan mudah menentukannya. Nyatanya makin banyak bidang dalam dunia tulis menulis yang kuketahui, bukan hanya sebatas puisi, cerpen, novel atau karya ilmiah. Ada beragam jenis tulisan, dan pastinya banyak juga profesi yang bisa ditekuni. Profesi penulis hanyalah sebutan umum. Belakangan ada banyak profesi lainnya yang baru muncul, Content Writer dan Blogger Misalnya.

Menulis di blog ini dan mengikuti BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2021 adalah langkah yang kuambil untuk lebih mengenali diriku sendiri. Selagi masih diberi kesempatan, aku akan membuka diri untuk belajar banyak hal. Kuharap tulisanku di blog ini bisa mengantarkanku untuk mencapai impian yang kuinginkan. Bagiku menulis sama dengan proses memahami diri sendiri yang membutuhkan perjalanan yang panjang. Dari sini perjalananku dimulai. Menuliskan kata untuk tahu diriku yang sebenarnya. Seperti halnya aku yang memutuskan untuk memulai proses memahami diri dengan menulis, kuharap teman-teman juga demikian.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Dyah Titi Sumpenowati
Manusia biasa yang mencoba untuk bertumbuh dan berkembang. Menghadapi Quarter Life Crisis dengan memperdalam imaginasi dan pengetahuan diri.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram