Nurul Rabiatul Adawiyah
Hallo...! Terimakasih telah membaca tulisan-tulisan teh nurul.. mohon kritik dan sarannya di kolom komentar yang bersifat membangun yah😊 Terimakasih.. Salam NRA

Ngeles Dalam Balutan Kata Bijak

2 May, 2026

Oleh: Nayra Q Azra (nra)

 

Teman - teman pernah nggak sih kalian berada di satu moment dimana kita lagi butuh banget di pahami tapi yang datang kata-kata yang justru terdengar "bener"  atau pembenaran

 

Pas lagi ngerasa kesel, marah, kecewa, atau sakit hati sama teman…

terus pas disampaikan, jawabannya malah kayak gini

 

“Ya namanya manusia, pasti ada salah"

“Yang penting sabar ya”

“Ambil hikmahnya aja”

 

Secara kata  bener sih, tapi yaa enggak gitu juga, bukannya kita merasa lega dengan kalimat itu tapi justru merasa aneh dengan cara orang ngeles dengan kata - kata bijak

 

Rasanya aneh banget kaan ?? seolah-olah, kesalahan yang harusnya diakui itu pelan-pelan berubah jadi sesuatu yang harus dimaklumi. Bahkan… dibenarkan

 

Dan di titik itu, kita mulai sadar ini bukan lagi tentang bijak atau tidak

 

Ini tentang ngeles

 

Ngeles yang gak kasar

Ngeles yang gak kelihatan

Ngeles yang dibungkus dengan kata-kata yang terdengar baik

 

Sampai kadang kita sendiri ragu

ini lagi dinasihati…

atau lagi diajak untuk diam?

 

Padahal beda tipis antara menguatkan diri

dan menghindari tanggung jawab

 

Dan mungkin, yang sering luput bukan pada kata-katanya…

tapi pada kejujuran di baliknya

 

Karena kata bijak bisa menenangkan,

tapi tanpa kejujuran, ia juga bisa jadi tempat paling nyaman untuk bersembunyi

 

Lalu, bagaimana Islam melihat ini?

 

Islam tidak pernah melarang manusia untuk lemah. Tidak juga menuntut manusia jadi sempurna. Tapi Islam sangat tegas dalam satu hal jujur pada diri sendiri.

 

Dalam banyak ajaran, kesalahan itu bukan untuk ditutupi, tapi untuk diakui dan diperbaiki

 

Dalam Islam ada konsep yang namanya muhasabah (mengoreksi diri) bukan mencari alasan, tapi mencari kesadaran atasa kesalahan itu.

 

Artinya, dalam Islam salah itu manusiawi

tapi juga membiarkan kesalahan tanpa refleksi, itu masalah

 

Bahkan dalam Al-Qur’an, sering kali yang dikritik bukan hanya perbuatan salah,

tapi juga sikap yang terus membenarkan diri

 

Karena sejatinya, yang berbahaya bukan orang yang salah tapi orang yang tidak merasa dirinya salah

Di sinilah kita perlu jujur apakah kata-kata bijak yang kita ucapkan benar-benar untuk memperbaiki diri? Atau diam-diam hanya jadi cara paling halus untuk menghindar?

 

Sebab pada akhirnya, Islam bukan hanya tentang berkata benar, tapi juga tentang berani menghadapi kebenaran meski itu tentang diri sendiri

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Halo, !

Categories

More than 3500 female bloggers registered

PT. PEREMPUAN DIGITAL INDONESIA
Jakarta Selatan, Indonesia

calendar-full
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram