Pencapaian Terbesar Seorang Eni

April 18, 2021

Siapa juga Eni yang sampe-sampe perlu diketahui gitu kan pencapaian terbesarnya?. Ya, sekadar pengingat saja sebenarnya untuk diriku sendiri, kalau aku pernah sukses melakukan sesuatu. Something big. Beyond my imagination. Haha sok enggreeess.

 

Sudah usia 30an (lebih dikit sih) apa aja yang aku capai? Apa pencapaian terbesar, terhebat seorang Eni?. Adalah menjadi seorang ibu.

 

Aku tidak terlalu menyukai anak-anak. Aku bukan tipe yang bisa bermain bersama anak kecil dalam waktu lama. Pasti bakal garing dan cepet kehabisan ide. Aku juga bukan tipe wanita yang terbilang "sabar" dalam menghadapi sesuatu. Aku emosian. Nggak sabaran. Mudah stress juga sebenarnya.

 

3 tahun lalu pas mulai mules-mules mau melahirkan, yang terlintas dikepalaku adalah apakah aku layak menjadi ibunya? Apakah aku bisa menjadi seorang ibu? Tapi, sesaat ketika bidan mengatakan bahwa aku harus berjuang (mengejan) karena kepala bayiku terjepit dimukut rahim, semua pikiran itu hilang. Yang aku inginkan hanya bayi ini, bayiku lahir dengan selamat, sehat, dan sempurna.

 

Saat mendekapnya pertama kalipun membuatku meneteskan air mata. Ternyata satu fase mengkhawatirkan (melahirkan) sudah terlewati. Kini sisanya adalah membesarkannya dengan penuh kasih.

 

Setelah 3 tahun menjadi seorang ibu, semakin sadar bahwa bukan aku yang mengajarkan ini itu kepada anakku. Justru akulah yang banyak belajar darinya. Aku belajar untuk menahan emosiku saat sedang lelah sekalipun. Menahan kantukku ketika ia sedang tidak sehat. Bahkan aku belajar arti berterimakasih yang sesungguhnya dari seorang anak kecil.

 

Pikiran-pikiranku dulu yang ragu apakah aku layak menjadi ibunya, sekarang sudah hilang. Karena semakin bertumbuh, aku mulai sadar bahwa apapun yang aku lakukan, secara sadar atau tidak anakku akan meniruku. Jadi, aku harus berhati-hati dalam bertindak, aku menahan egoku agar tidak menyakiti hatinya. Meskip kadang aku hanya seorang manusia dengan banyak kesalahan, tidak bisa mengontrol emosiku. Memarahinya hanya karena menumpahkan susu atau memainkan seprei. Tapi itu tidak lantas menjadikanku ibu yang buruk. Itu menjadikanku ibu yang berusaha meminta maaf dengan tulus dan berusaha tidak mengulangi kesalahan tersebut esok hari.

 

Jadi, pencapaian terbesarku adalah menjadi Umma untuk Senja.

Previous Post:

Fakta Nih?

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Eni Winarti
Ibu agak muda, baru belajar fotografi dan berusaha kembali menggiatkan menulis. Yang ingin kenalan bisa kunjungi instagram aku ya @eniwinarti 🖤🖤🖤
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram