fbpx

Pengalaman Merawat Orang Tua Stroke

February 26, 2021

Pengalaman merawat orang tua stroke dan tidak bisa bicara telah kami rasakan selama hampir tiga tahun. Mama mertua saya (ibu dari suami saya) terkena serangan stroke kira-kira pada bulan November 2019. Mohon maaf jika salah karena sudah lupa.

Diawali dengan Gejala Stroke

Saya, suami, dan kedua anak saya tinggal di rumah Mama dan Bapak. Keseharian mama sebagai ibu rumah tangga yang juga mengurusi sawahnya, meskipun orang lain yang mengerjakan. Jadi mama hanya menengoknya sesekali atau kerepotan saat sawahnya panen. Bapak adalah seorang pensiunan PNS guru dan pengawas PAI dari Kemenag.  Sama seperti mama, terkadang Bapak juga mengurusi sawah.

Perjuangan mama untuk menyekolahkan anak-anaknya pernah saya ceritakan pada postingan Lagu Cinta untuk Mama. Nah, setelah anak-anaknya lulus sekolah mama mulai terkena penyakit gula darah. Sepertinya mama juga punya keturunan diabetes dari mbah kung. Tapi tentu saja pola makan juga sangat mempengaruhi ya.

Seingat saya pada tahun 2012 Mama pernah sakit, katanya mbak ipar saya yang mantan perawat, ibu mertua saya sudah terkena gejala stroke. Awalnya mama memasak di dapur, tiba-tiba Mama bersandar ke tembok dan berteriak memanggil Bapak dan bilang kalau badannya lemas, pandangannya gelap.

Mama pun memeriksakan diri ke dokter dan ternyata kadar gula darahnya sangat tinggi. Saya lupa berapa, pokoknya tinggi lah. Mama pun tinggal beberapa minggu di rumah mbak ipar saya di Surabaya.

Setelah sembuh Mama kembali ke Wajak dan tinggal bersama saya lagi. Mama juga mulai membatasi asupan makanannya. Mbak ipar saya membagikan pengalaman merawat orang tua yang sakit. Saya pun mempelajari tentang pola makan diabetes. Saya baca kalau diabetes itu bisa menurun jadi takut juga kalau menurun ke suami saya.

Nah, pada September 2019 Mama mulai menunjukkan gejala stroke lagi. Tapi Mama sulit banget diajak ke dokter. Biasanya mama periksa ke dokter umum yang ada di Wajak. Sering mama mengatakan kalau beliau baik-baik saja hanya kecapekan.

Hingga suatu ketika gula darah mama sangat tinggi sekitar 300-400 an gitu, saya lupa tepatnya. Saat saya perhatikan, mama mengalami gejala stroke.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Eni Rahayu
Saya Ibu Rumah Tangga yang suka menulis dan tantangan
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram