fbpx

Review Rurouni Kenshin: The Final

24 June, 2021

Saya nonton film ini sejak minggu lalu. Sempat ragu mau ditulis jadi blogpost atau nggak, karena… mager. Wkwkwk.

Jadi semangat lagi, karena sekarang Instagram Music sudah masuk Indonesia, dan saya pengen masukin post ini ke IG Story dengan backsound OST film ini yang kusuka bener, dah, pokoknya.

Alasan yang receh, yak? Hahaha.

Saya sebenarnya nggak terlalu ngikutin manga, yang di Indonesia berjudul Samurai-X, ini. Kayaknya pernah baca beberapa volume, dipinjemin teman waktu SMP dulu. Tapi, kalau nggak salah itu juga mulai dari tengah, dan hanya satu-dua volume saja. Jadi bisa dibilang sebelum nonton Rurouni Kenshin pertama di tahun 2012, saya cuma tau tentang hitokiri battousai, atau Battousai si Pembantai yang sudah tobat, dan Kaoru, si tokoh perempuan tangguh yang bawel. Tokoh-tokoh lainnya nggak ingat sama sekaliii 😂

Saya juga bingung, padahal nggak ngerti jalan ceritanya, kenapa malah nonton film ini. Di bioskop di Jepang pula! Udahlah mehong, nggak ada subtitle-nya pula! Sendiri pula! 🙈

Padahal kemampuan bahasa Jepang saya saat itu baru sekedar bilang arigatouohayou, aja. Kayaknya waktu itu juga lagi menantang diri, deh. Hahaha.

Setelah film pertama, film kedua dan ketiga juga ditonton di bioskop, dong… Yang kedua malah saat premiere. Dan masih tetap sulit dimengerti dialognya, karena memang bahasa yang digunakan bukan bahasa yang awam dipakai di masa sekarang. Yah, sama aja kayak nonton film laga Indonesia dengan setting kerajaan zaman dulu. Kaku dan banyak menggunakan kata-kata jadul.

Saat itu paling saya cuma ngerti 20-50% dialognya. Kalau baca manga atau nonton anime-nya, mungkin bisa lebih mengerti. Sayangnya, saya tetap belum berkesempatan bersentuhan lagi dengan manga dan anime-nya. Untung aja ini film, bukan podcast. Jadi adegan-adegannya sangat membantu untuk mengerti jalan ceritanya.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Hicha Aquino
Mulai menulis blog sejak 2005 di FS, berlanjut ke Multiply, dan berakhir di WP sejak 2008. Menulis for fun. Tapi akhir-akhir ini kepikiran buat lebih mengembangkan lagi blog yang sudah ada
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram