Pernah nggak sih kamu merasa kalau buku itu punya nyawa? Bukan nyawa yang bisa jalan-jalan terus bikin kopi, tapi semacam "magnet" yang bikin dia tahu kapan harus muncul di depan orang yang tepat. Nah, perasaan itulah yang bakal kamu dapatkan saat membuka halaman pertama The Lost Library karya duet maut Rebecca Stead dan Wendy Mass.
Buku yang diterbitkan oleh Gramedia ini bukan sekadar cerita anak-anak biasa. Ini adalah surat cinta untuk para kutu buku, penjaga perpustakaan, dan siapa pun yang pernah merasa "diselamatkan" oleh sebuah cerita.
Cerita bermula di sebuah kota kecil bernama Martinville. Suatu pagi, penduduk kota dikejutkan oleh kemunculan sebuah "Perpustakaan Gratis" (Little Free Library) berbentuk kotak kayu yang muncul entah dari mana.