Tahun Kemarin adalah Momen yang Menyedihkan untuk Saya

 

Momen lebaran saat berkesan adalah tahun kemarin. Tahun kemarin covid 19 mulai menjangkiti Indonesia. Suasana harian menjadi mencekam. Hampir seluruh masyarakat ketakutan. Ditambah lagi berita kematian di televisi banyak terjadi.

Ramadan tahun kemarin, masjid/ mushola begitu mencekam dan sunyi dari suara jamaah yang tadarusan. Pengajian mendadak dihentikan. Jalanan menjadi legang. Hingga Idul fitri pun berasa tidak ada. Tidak ada suara takbir. Hati saya merasa sedih sekali. Apalagi tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar. Di rumah pun tidak ada tamu yang bertandang.

Begitulah lebaran yang berkesan menyedihkan, yang saya alami dan rasakan. Saya berharap lebaran tahun ini jauh lebih baik daripada lebaran tahun kemarin. Meskipun begitu, saya banyak mengambil hikmah dari lebaran tahun kemarin. Pertama, kita tidak pernah tahu hikmah dari cobaan yang sedang kita alami. Kita hanya berusaha menjalaninya dengan sabar dan ikhlas.

Kedua, kita tidak pernah tahu kapan kita akan berkumpul dengan keluarga besar kita. Jadi, ketika kesempatan itu ada, kamu bisa memanfaatkan waktu itu secara optimal.

Ketiga, lebaran selama pandemi mengajarkan kita untuk berhati-hati terhadap kemungkinan buruk yang akan ditemui kemudian hari. Ada baiknya kita menjaga diri sendiri dan keluarga dari kemungkinan-kemungkinan itu.

Semoga saja pandemi segera pergi dan tidak akan kembali. Harapan untuk berkumpul masih akan ada sehingga lebaran ini kita harus mempersiapkan diri sampai bertemu keluarga lagi.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Meliana Aryuni
Mari kita menulis! Tuangkan imajinasimu dalam tulisanmu. Berkunjunglah di https://melianaaryuni.wordpress.com
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram