fbpx

Kapitalisme Tidak Memiliki Design Kesehatan Yang Handal

23 November, 2022

Oleh: Nurul Rabiatul Adawiyah

Kita menyadari bahwa banyak sekali diantara ummat muslim saat ini yang gandrung terhadap sistem kapitalisme, kaum muslim saat ini menilai tidak ada sistem aturan yang terbaik selain sistem kapitalisme demokrasi. Sampai mereka lupa bahwa Islam memiliki pakem-pakem aturan sendiri, yang dimana aturannya sangat sesuai dengan fitro manusia, aturanya sangat lengkap juga sempurna. Bahkan apapun problematika dalam kehidupan ini mampu diselesaikan oleh Islam. 

Seperti yang berkaitan dengan problematika didunia kesehatan, kapitalisme memiliki taktik yang sangat jauh berbeda dengan Islam dalam menanggapi permasalahan di dunia kesehatan. Semisal beberapa minggu lalu Indonesia kembali menggelar KTT G20 yang dimana hal ini dilatarbelakangi adanya ditrupsi terberat dalam satu abad terakhir yang berupa Covid-19. Untuk itulah diacara KTT G20 ini diselenggarakan bertujuan untuk mengumpulkan dana dalam mengatasi Pandemi Fund.

Pandemi fund merupakan kantalisator untuk dukungan jangka panjang dari semua lembaga bilateral dan multilateral, sehingga dukungan dari berbagai pihak termasuk swasta disambut dengan baik. Tetapi secara umumnya pandemi fund adalah Instrumen penting yang berbentuk dana pendemi untuk mempersiapkan sekaligus merespon pandemi selanjutnya agar lebih baik.

Pada acara KTT tersebut Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dunia tidak siap menghadapi pandemi karena sampai saat ini tidak memiliki arsitektur kesehatan yang memadai untuk pengelolaanya. Hal itu terbukti dari pengalaman dunia dalam menghadapi Covid-19 selama tiga tahun belakangan ini. (Kompas.com, minggu 13/11/22)

Sehingga, alih-alih untuk membiayai persiapan pencegahan terhadap pandemi maka membutuhkan dana sebesar Rp. 31,1miliyar dolar Amerika Serikat. Sejauh ini dana yang terkumpul U $$ 1,4miliyar atau setara 21,7triliyun.

Srimulyani memperkirakan dana itu berpotensi terkumpul lebih dari U $$ 4miliyar atau setara dengan 62triliyun. Perhitungan itu muncul setelah ada sejumlah negara yang baru saja menyampaikan komitmen untuk memberikan sumbangsinya.(Tempo.co, minggu 13/11/22)

Pertanyaannya apakah dengan alokasi dana pandemi ini akan bisa menanggulangi pandemi secara menyeluruh dan solutif? Jawabannya Tidak. Kenapa? Mungkin kita bisa menelusuri kembali saat kita mengalami pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, yang dimana pemerintah saat itu dinyatakan gagal dalam menghadapi pandemi, bukan karena persoalan fasilitas yang kurang memadai tetapi kegagalan tersebut karena lebih mengutamakan untung rugi lebih tepatnya disebut paradigma bisnis. Itulah hasil pemikiran yang berasas kapitalisme

Sebuah sistem yang sudah jelas berjalan sesuai dengan hawa nafsu manusia, sebuah sistem yang memisahkan antara agama dengan urusan bernegara. Jadi, menyelesaikan problematika dengan sistem kapitalisme tidak akan mampu melahirkan aturan yang solutif.

Beberapa tahun lalu saat global menghadapi Pandemi-19 alih-alih saat itu mereka masih memikirkan materi di bandingkan nyawa rakyat. Sehingga penyebaran virus saat itu semakin meluas sebab, tidak ditanggani dengan serius. Hingga keluarlah saat itu kebijakan Lockdown hingga mampu mematikan ekonomi dunia. Hingga sampai akhirnya kapitalis berpikir bahwa kebijakan ini sangat merugikan mereka muncullah setelahnya kebijakan baru yaitu disebut Newnormal yang justru kebijakan ini semakin membuat krisis kesehatan rakyat hingga menimbulkan puluhan korban jiwa.

Tidak sampai disitu saat ummat pada saat itu membutuhkan obat untuk menanggani pencegahan virus, alih-alih hal demikian dijadikan ladang bisnis bagi kapitalis dengan menjual obat vaksi dengan harga yang yang mahal pada saat itu. Sehingga rakyat yang ingin hidup sehat semakin dibuat sulit.

Inilah akar masalah global dalam menghadapi pandemi yaitu berasal dari sistem aturan yang diterapkan. Ini membuktikan bahwa sistem kesehatan ala kapitalis tidak mampu menyelesaikan persoalan, bahkan di negara maju sekalipun.

Pandemic fund tidak akan mampu menyelesaikan persoalan sistem kesehatan, karena solusi ini hanya berkaitan dengan bantuan pendanaan, dan bukan pada persoalan paradigmatik. Layanan kesehatan termasuk dikapitalisasi tidak akan mampu membangun kesehatan yang handal apalagi melahirkan solusi yang solutif.

Lalu babagaimana Islam menanggapi problematika di dunia kesehatan? Islam memiliki paradigma sistem kesehatan terbaik, yang menjadikan kesehatan sebagai hak setiap individu rakyat, dan negara wajib memenuhinya. Mulai dari fasilitas, pelayanan juga obat-obattan semuanya dijamin oleh negara, diberikan secara cuma-cuma untuk rakyat. Tidak afa sedikitpun terbesit dalam pikiran mereka untuk meraup keuntungan, Syariat juga telah memberikan tuntunan bagaimana pengaturannya. Termasuk mengatur sumber dana untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.

Dalam Islam, sistem keungan negara terwujud dalam bentuk baitul mal, baitul mal ity sendiripun memiliki tiga pos yaitu, pertama pos kepemilikan umum, kepemilikan negara dan juga kepemilikan zakat. Sumber harta yang didapatkan juga berasal dari harta fa'i, kharaj, jizyah dan sumber daya alam. Namun untuk membiayai kesehatan dan penangganannya kholifah mengambil dana tersebut berasal dari pos kepemilikan umum. Pos ini berasal dari harta usyur, kharaj, jizyah, ghanimmah, ghulul dan sejenisnya (Nidzomul Islam pasal 150)

Dana inilah yang digunakan oleh khalifah dalam menjamin sistem kesehatan yang terbaik, sehingga tidak ada satupun rakyat yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis dan berkualitas, baik kaya atau miskin semuanya diberlakukan dengan sama oleh negara Islam. Tidak ada istilahnya harus menggunakan BPJS seperti sistem kapitalisme saat ini.

Jadi, negara tidak perlu melakukan patungan dalam mengumpulkan dana untuk membiayai sistem kesehatan. Apalagi patungan tersebut melibatkan pihak swasta seperti pendemic fund, bisa dipastikan masyarakat mengeluarkan rupiah untuk mendapatkan jaminan kesehatan

 

Waulahu alam bi showwab

 

 

Previous Post:

Stigmatisasi Ajaran Islam

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Nurul Rabiatul Adawiyah
blog yang berisi review buku dan vidio, tujuannya hanya untuk dakwah, ngesharing ilmu islam dan motivasi. apapun yang ingin saya tulis akan saya bagikan diblog ini, dan insyaaAllah setiap tulisan baru linknya akan saya bagi untuk temen-temen semua. blog menjadi salah satu media saya untuk bersuara dan berbagi. terimakasih
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram