fbpx

Konsep membahagiakan orangtua.

February 25, 2021

Sebagai anak, tujuan hidup kita seringkali disangkut-pautkan dengan kebahagian orangtua. Nggak sedikit orangtua yang memposisikan anak jadi serba salah demi mendapatkan 'kebahagiaan' yang mereka pupuk di dalam diri anak itu sendiri. Padahal kebahagiaan itu adalah sesuatu yang harus dicapai masing-masing pribadi. Tapi, apa sejatinya membahagiakan orangtua adalah satu-satunya tujuan anak dilahirkan?

Ketika aku punya anak, aku terus memupuk ke diri sendiri bahwa anakku berhak atas hidupnya, sepenuh hatinya. Anakku tidak berhutang kepada hidup yang aku berikan, pengorbananku untuk kelahirannyapun adalah pilihanku. Aku meyakini bahwa keharusannya membahagiakanku adalah sebuah konsep yang tidak harus dia wujudkan. Bahkan pasanganku tidak bertanggung jawab atas rasa bahagia yang aku punya.

Anak bukanlah versi mini dari diri kita. Mereka punya pemikiran sendiri, punya pendapat sendiri, punya keputusan hidup sendiri. Pola asuh yang kita terapkan bukanlah untuk membentuk pribadi yang sesuai dengan ekspektasi kita, melainkan memberikan pilihan terbuka untuk mereka berkembang sesuai kehendak mereka namun masih terarah. Anak butuh arahan yang terbuka, bukan perintah yang tertutup.

Lalu apa yang terjadi ketika anak melakukan hal yang tidak disarankan orangtuanya? Apa otomatis anak menjadi anak durhaka? Tidak, anak durhaka adalah anak yang tidak menghormati orangtuanya. Perbedaan pendapat atau keputusan hidup bukanlah tolak ukur tentang kedurhakaan anak. Tidak sedikit anak yang memilih jalan berbeda dengan ekspektasi orangtua namun mereka tetap hormat, tetap menghargai. Maka dimana letak durhakanya? Letak durhakanya ada pada pola pikir orangtua yang terus menerus merasa anak berhutang pada mereka. Padahal keputusan memiliki anak adalah pilihan orangtua.

Ada banyak hal yang baru aku pelajari ketika aku memiliki anak. Salah satunya adalah tentang konsep kebahagiaan. Konsep yang kurang populer adalah bagaimana rasa bahagia seseorang tercermin dari cara ia memperlakukan orang lain. Orang yang bahagia tidak akan menggantungkan rasa bahagianya kepada orang lain, mereka akan fokus mencukupi tangki cinta mereka sehingga satu-satunya hal yang mereka bagikan kepada orang lain adalah rasa bahagia lainnya.

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Sofia Deminiari Swanantika Widodo
Ibu tunggal yang selalu belajar untuk berdaya dan berguna bagi kehidupan sehari-hari. Meracik kata dengan seksama sehingga tidak kehilangan essensinya.
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram