Perjalanan Jauh Saat Puasa, Sungguh tidak Mengenakkan

 

Kemarin adalah pertama kalinya saya dan keluarga kecil berjalan jauh selama ramadan. Perjalanan ini bukan mudik ya karena kami tidak mudik dua tahun ini. Ini hanya perjalanan antardesa ke desa lain.

Di hari biasa, kami melakukan perjalanan seperti ini paling tidak tiga kali seminggu. Maklum di sini jauh dari mall atau taman kota. Yang ada kebun dan kebun saja. Namun, keberadaan kebun bagi kami sangat berarti. Kami bisa menikmati suasana alam yang asri.

Nah, karena bosan di rumah, suami memutuskan untuk mengajak turun gunung. Saya sih suka-suka saja, tetapi saya yakin semua pasti capek setelah jalan-jalan.

Biasanya kami membawa bekal camilan dan nasi, tetapi karena ramadan, saya hanya membawa bekal untuk si bungsu, pempek, roti, dan air minum.

Perjalanan yang panjang menuruti gunung membuat lelahnya anak-anak terobati karena berhasil main air di tepi danau. Meskipun hanya menyelupkan kaki ke air, mereka terlihat senang sekali. Air danau yang bersih dan dingin membuat kami berada di sana sekitar 15 menit.

Saya pun menikmati kebersamaan kami dan menikmati keindahan alam di sini. Keceriaan di wajah anak-anak dan keinginan mereka untuk tinggal lebih lama di sana.

Setelah menikmati keindahan alam itu, kami pulang. Kebayang nggak pulang dalam keadaan matahari sedang terik-teriknya panasnya. Alhasil, setelah pulang anak-anak tertidur lelap bahkan ada yang baru terbangun jam lima sore 😅

Inilah kiranya orang yang melakukan perjalanan jauh itu diberikan rukhshoh atau keringanan untuk berbuka. Seperti yang disebutkan pada QS.Al Baqarah: 185
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Ah, kapok deh jalan jau.h saat puasa. Mending di rumah saja. Jika mau jalan jauh, maka lakukan di hari biasa ya. Kalau hari biasa saat haus bisa segera minum dan lapar bisa makan kan.

 

 

Baca Selengkapnya

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Meliana Aryuni
Mari kita menulis! Tuangkan imajinasimu dalam tulisanmu. Berkunjunglah di https://melianaaryuni.wordpress.com
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram