fbpx

With You I Learned

20 March, 2022

Voy a apagar la luz para pensar en ti
Y así dejar volar a mi imaginación
Ahí donde todo lo puedo donde no hay imposibles
Que importa vivir de ilusiones si así soy feliz

“Sungguh. Kau ke mana saja, sih?” kalimat itu begitu saja meluncur dari mulutku sambil kusibakkan rambutnya yang ikal ke belakang telinganya. Ia lekas mengerjap menatapku, menembus gelap. Kurasa dia bingung. Matanya seolah bicara memberitahu ia sedang menerjemahkan kalimatku barusan, kemudian tersenyum. Senyum manis itu.

Wangi perempuan di hadapanku ini menyeruak menggelitik hidungku nikmat. Aku jenuh dengan keseharianku yang bau handschoen lateks dan antiseptik—tapi pertanda bagus karena berarti hidungku tak lagi anosmia. Lambat laun kusadari wangi yang jadi karakteristiknya ini tak lain bunga mawar yang diikuti sedikit aroma peony dengan secercah wangi buah. Entah bagaimana harus kudeskripsikan. Yang jelas, aku hanya ingin menciuminya.

 

Baca Selengkapnya
Previous Post:

Me Time

Next Post:

Peringgan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Sasyalia S.
Sasyalia—26 tahun kini. Memiliki blog yang ditulisnya di pertengahan tahun 2021 ketika PPKM diberlakukan, di mana ini akan menjadi salah satu medium untuk menyalurkan apa yang dirasakannya sehari-hari. Lulus pada 2014 dari program Bahasa dan Sastra Inggris tidak membuatnya rajin membaca karya sastra. Namun, kesenangannya akan menulis mungkin akan dilakukannya melalui blognya dari sudut pandang orang pertama. Semoga bermanfaat (◦'⌣'◦)
pencilfilm-playpicturecalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram