Aku memutuskan untuk “bersuara” tentang hal yang sempat bikin ramai di dunia perbukuan. Sebelum semakin jauh mungkin ada yang masih asing dengan kata-kata congkak ini, jadi menurut KBBI: congkak1/cong·kak/ a merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dan sebagainya); sombong; pongah; angkuh.
Nah, apa hubungannya dengan share buku di sosmed? Jadi, sejak aku ikut aktif di dunia buku twitter dan Instagram meskipun sebagai pengamat seringnya, ada banyak banget pro dan kontra yang muncul. Aku aja kaget ternyata perkara buku aja bisa banyak banget permasalahannya.
Salah satu yang sempat panas itu adalah perkara share buku yang kita baca di media sosial. Sekarang kan ada banyak banget ya para pecinta buku yang suka share buku apa aja yang baru mereka beli, buku apa aja yang baru selesai mereka baca, ataupun buku apa yang sedang mereka baca. Kegiatan inilah yang membuat orang-orang berpendapat bahwa esensi buku jadi berkurang dan malah fokus dengan pamer atau congkak tentang buku yang mereka beli. Bahkan sampai ada yang meng-claim bahwa orang-orang tertentu hanya beli buku untuk di pamer ke media sosial dan tidak dibaca sama sekali.
Simak cerita fullnya disini!