[Fiksi] Lampu Kamar Seberang

Bagi laki-laki itu, pagi adalah penentu nasib. Gerbang yang memberinya gambaran: bakal lanjut atau berakhir.

Pertama-tama, segalanya berlangsung dalam roda rutinitas biasa. Dimulai dari sinar matahari yang datang mengetuk kelopak matanya untuk membuka. Kedatangan hangat yang tiba-tiba selalu membuatnya menggeliat tak nyaman. Sekalipun ini rutinitas harian yang tak pernah hengkang dari paginya, cahaya yang menyambar pandangan selalu terasa baru; selalu mendadak. Butuh waktu cukup lama untuk matanya berakomodasi, juga untuk dirinya menempatkan diri dalam situasi.

Baca Selengkapnya

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Illa Al-Mira
ISFJ-T | AstraFF Roleplayer | Banker | Write for therapy | Psychology enthusiast
pencilfilm-playpicturetagcalendar-fullscreen
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram