fbpx

Jumlah ASI Kurang? Coba 9 Makanan ASI Booster Ini

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan penting untuk bayi yang baru lahir. ASI mengandung vitamin yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembang, membentuk imunitas tubuh, menjalin hubungan intim dengan Ibu ketika menyusui, dan tentunya satu-satunya makanan yang dapat dikonsumsi bayi. Tapi, seringkali terjadi keluhan Ibu kekurangan ASI. Apa yang dimaksud dengan kekurangan ASI? Dan, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Yuk, simak artikel ini lebih lanjut

Prinsip “Supply and Demand” ASI

Pada dasarnya, produksi ASI tergantung kebutuhan bayi. Hal ini berarti suplai ASI akan semakin banyak seiring dengan meningkatnya kebutuhan bayi untuk minum ASI. Setiap kali susu dikeluarkan, baik saat menyusui ataupun melakukan ‘pump breast‘ untuk menyimpan ASI, secara natural hormon prolaktin di payudara akan menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. 

 

Ibu dianjurkan untuk tidak menggunakan botol susu formula kepada bayi karena produksi susu jadi tidak maksimal, dan terlebih lagi, bayi tidak mendapat nutrisi penting yang seharusnya didapat pada masa awal setelah melahirkan. 

 

Alasan Medis Yang Menyebabkan Produksi ASI Kurang

 

Pada beberapa kasus, Ibu mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI yang cukup karena memiliki masalah kesehatan tertentu. Beberapa diantaranya, ialah:

  1. Pendarahan berat ketika melahirkan, lebih dari 500 ml, atau ada bagian plasenta yang tertinggal di rahim sehingga menghambat produksi susu
  2. Memiliki riwayat polycystic ovarian syndrome (PCOS), diabetes, tiroid, atau masalah hormonal yang lain. Ibu yang memiliki riwayat kesehatan ini biasanya produksi ASI-nya lebih sedikit 
  3. Memiliki kondisi medis spesial yang disebut breast-hypoplasia, yaitu payudara kekurangan jaringan glandular sehingga tidak mampu memproduksi ASI
  4. Pengalaman melakukan operasi payudara, dan cedera atau trauma payudara
  5. Pemakaian pil kontrasepsi 

Jika Ibu memiliki salah satu kondisi medis di atas, diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan, dokter spesialis menyusui, atau dokter konsultan laktasi agar mendapat rekomendasi tindakan yang diperlukan dan sesuai kebutuhan Ibu.

 

Solusi ASI Booster Untuk Mengatasi Kekurangan ASI

Di era saat ini, ASI Booster atau yang bisa disebut juga galactagogue merupakan cara yang dilakukan Ibu untuk meningkatkan jumlah ASI. Khasiat mengonsumsi ASI booster masih menjadi topik yang diteliti peneliti karena hasil penelitian belum ada yang mencapai keselarasan. Ada yang masih tidak yakin dengan kemajurannya untuk meningkatkan volume ASI, dan ada juga yang yakin makanan ASI booster memang mampu meningkatkan jumlah produksi ASI. Meskipun belum terbukti mekanisme ilmiahnya, ASI booster tetap menjadi salah satu cara alami yang dipilih untuk meningkatkan volume ASI. Ada berbagai macam sumber makanan ASI booster, yaitu:

 

  1. Bawang putih. Konsumsi bawang putih diyakini dapat membuat rasa ASI lebih enak sehingga bayi lebih lama menyusu 
  2. Sayuran hijau, mengandung senyawa fitoestrogen yang serupa dengan hormon estrogen. Selain itu, sayuran hijau juga merupakan sumber mikronutrien, serat diet, dan senyawa bioaktif yang dapat membantu proses penyembuhan postpartum
  3. Pepaya hijau (muda), membantu menstimulasi produksi hormon prolaktin dan oksitosin yang efektif meningkatkan produksi ASI. Penelitian menunjukkan bahwa pepaya 3 kali lipat secara signifikan meningkatkan produksi ASI pada Ibu yang mengonsumsi pepaya selama 7 hari
  4. Biji – bijian, contohnya biji adas, biji jintan, biji wijen, dan biji barley. Sumber ini kaya akan nutrisi dan serat yang dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga produksi ASI meningkat
  5. Fenugreek. Daun dan biji fenugreek sangat terkenal di kalangan ibu hamil sebagai makanan ASI booster. Tumbuhan ini memiliki manfaat meningkatkan suplai ASI dan terdapat berbagai kandungan nutrisi yang berguna untuk kesehatan. Namun, konsumsi fenugreek secara  berlebihan dapat membuat perut kembung sehingga perlu membicarakan terlebih dahulu dengan dokter apabila ingin mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung fenugreek
  6. Biji fennel. Penggunaan biji fennel juga terkenal karena efek laktogeniknya. Tumbuhan ini mengandung fitoestrogen yang dapat meningkatkan suplai susu. Penelitian juga menunjukkan bahwa biji fennel berguna untuk memperlancar sistem pencernaan 
  7. Pisang memiliki kandungan fitokimia yaitu flavonoid dan saponin, untuk meningkatkan produksi ASI. 
  8. Basil, merupakan jenis tanaman herbal yang mengeluarkan aroma menenangkan. Tanaman ini sering dipakai di untuk bumbu makanan Asia, khususnya di Thailand. Dari suatu penelitian, lemon basil dan Thai basil menunjukkan hasil positif adanya peningkatan produksi ASI pada Ibu yang mengkonsumsi basil. 
  9. Daun katuk. Di Indonesia, daun ini terkenal mengandung fitosterol dan papaverine yang mampu meningkatkan kadar prolaktin sehingga produksi ASI meningkat . Selain itu, daun katuk juga mengandung zat penting, antara lain lemak, karbohidrat, protein, serat, vitamin B6, C dan D. Tambahan nutrisi tersebut dapat membantu menghasilkan  ASI yang berkualitas dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi lebih baik.

Selain dengan makanan, Ibu juga perlu memahami cara menyusui. Alangkah baiknya bila Ibu berkonsultasi dengan dokter terkait cara menyusui yang baik dan benar, juga saat ingin menggunakan obat-obatan atau pil yang dapat meningkatkan produksi ASI. Jangan lupa juga dengan prinsip “supply and demand” ya, Bu. Selamat mencoba! 

Jangan lupa sebarkan ke Ibu yang lainnya!

Referensi 

  • ACOG Committee Opinion No. 756 Summary: Optimizing Support for Breastfeeding as Part of Obstetric Practice (Vol. 132, Issue 4). (2018). https://doi.org/10.1097/aog.0000000000002891
  • Ag, M. (2022, October 13). Too little breast milk? How to increase low milk supply. Medela. Retrieved October 19, 2022, from https://www.medela.com/breastfeeding/mums-journey/low-milk-supply
  • Buntuchai, G., Pavadhgul, P., Kittipichai, W., & Satheannoppakao, W. (2017, June 13). Traditional Galactagogue Foods and Their Connection to Human Milk Volume in Thai Breastfeeding Mothers. Journal of Human Lactation, 33(3), 552–559. https://doi.org/10.1177/0890334417709432
  • Pesak, E., Losu, F. N., Dompas, R., Lumy, F., Tirtawati, G. A., Pratiwi, D., Kusmiyati, K., Djojobo, F. A., Purwandari, A., Bongakaraeng, B., Legi, N. N., Walalangi, R., Tamunu, E. N., & Tangka, J. W. (2021). Impact of Papaya (Carica papaya L.) on Breast Milk Production Enhancement of Nursing Mothers at Teling Atas Public Health Center, Wanea Subdistrict, Manado City. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(B), 240–243. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.5880
  • World Health Organization & World Health Organization. (2018). Guideline, Counselling of Women to Improve Breastfeeding Practices [E-book]. World Health Organization. Retrieved August 16, 2022, from https://www.who.int/publications/i/item/9789241550468








Baca Selengkapnya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
chaterine rahel
Wanita yang masih terus mencari arti kehidupan. Peduli kesehatan dan lingkungan

Halo, !

Categories

More than 3500 female bloggers registered

PT. PEREMPUAN DIGITAL INDONESIA
Cyber 2 Tower 11TH Floor JL HR Rasuna Said Jakarta Selatan

tagcalendar-full
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram